DENPASAR – Kondisi prevalensi stunting Kota Denpasar tergolong rendah di Bali maupun secara nasional. Namun demikian Pemerintah Kota Denpasar tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting tersebut dengan target di bawah 5 persen.
Untuk itu, penanggulangan stunting menjadi salah satu program utama jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui terciptanya PAUD Holistik Integratif (HI). “PAUD merupakan kunci dari keberhasilan SDM sepanjang hayat. Tumbuh kembang anak menentukan kehidupan mereka selanjutnya,” ujar Bunda PAUD Kota Denpasar, Antari Jaya Negara, saat monitoring dan evaluasi PAUD HI di TK Dharma Putra, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Kamis (24/11/2022).
Dengan menekan angka stunting mulai dari PAUD, Antari Jaya Negara, berharap Sumber Daya Manusia (SDM) semakin maju. Karenanya, usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak sehingga investasi pada usia dini merupakan investasi bernilai paling tinggi.
Monitoring dan pendamping PAUD HI se-Kota Denpasar yang digagas Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar ini dalam rangka ikut berperan serta mewujudkan PAUD berkualitas di Kota Denpasar. Antari Jaya Negara memaparkan, untuk memenuhi hak esensial anak pada program pengembangan PAUD HI terdapat 5 layanan yang harus dipenuhi, meliputi layanan pendidikan, layanan kesehatan, gizi dan perawatan, layanan pengasuhan, layanan perlindungan, dan layanan Kesejahteraan.
Disebutkan, layanan pendidikan di satuan PAUD menggunakan prinsip belajar melalui bermain, berpusat pada anak, berorientasi pada perkembangan dan kebutuhan anak, aktif dan berkarakter. Pada layanan kesehatan, gizi dan perawatan di satuan PAUD secara aktif melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang dicatat dalam KMS secara berkala, pembiasaan makanan sehat secara berkala, PHBS, pemantauan gizi seimbang dan lainnya. Kemudian deteksi dini tumbuh kembang anak oleh petugas kesehatan.
Pengasuhan pada satuan PAUD dilakukan bekerjasama dengan orang tua melalui program parenting dengan materi-materi kegiatan yang relevan. Untuk program parenting ini, Antari Jaya Negara mengajak para pendidik PAUD bersinergi dengan orangtua peserta didik menciptakan aneka jajanan sehat hasil olahan daun kelor, selain menyajikan menu makanan yang menarik.
Untuk perlindungan anak harus menjadi bagian dari misi lembaga, artinya semua anak yang ada di satuan PAUD harus terlindungi dari kekerasan fisik dan kekerasan nonfisik. Untuk layanan kesejahteraan di satuan PAUD dengan memperhatikan setiap anak terpenuhi kebutuhan dasarnya, yakni kepastian identitas (akta kelahiran), kebutuhan fisik dan kebutuhan rohani.
Saat ini, Bunda PAUD telah menginisiasi 12 model rujukan satuan PAUD yang menyelengarakan PAUD HI dan tersebar di 4 kecamatan. Dia berharap satuan PAUD yang menjadi rujukan terus mengembangkan diri agar dapat meningkatkan kualitas layanan. Empat satuan PAUD yang menjadi model penyelenggaraan PAUD HI tahap I telah didampingi dan dievaluasi pada program tahun 2021.
Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini, S.Pd., M.Pd.H., menambahkan, tahun ini ada 8 satuan PAUD mendapatkan pembinaan dan pendampingan serta evaluasi penyelenggaraan PAUD HI yang tersebar di 4 kecamatan. Masing-masing, TK SPNF SKB dan TK Dharma Putra di Denpasar Timur, TK Negeri Pembina dan TK Galang Kasih (Denpasar Utara), TK Negeri Hindu Kumara Widyalaya dan TK Sang Tunas (Denpasar Utara), serta TK Albana dan TK DCC (Denpasar Selatan). tra























