POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Putra-putri terbaik Kota Denpasar sukses besar di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tingkat Provinsi Bali 2025. Di ajang O2SN tingkat Bali itu, siswa siswi SD dan SMP Kota Denpasar berhasil mengumpulkan total 10 medali, terdiri dari 6 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Perolehan medali itu mengantarkan Denpasar keluar sebagai juara umum pada O2SN tingkat Bali. ”Ya, astungkara kita telah berhasil menduduki peringkat 1 se-Bali,” ungkap Kabid Pembinaan Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar selaku Ketua Kontingen O2SN Denpasar, I Made Sudiasa.
Ajang O2SN SD dan SMP dilaksanakan pada 7-9 Juli 2025. Denpasar memberangkatkan 15 atlet terbaiknya. Di silat diikuti 8 atlet, karate 5 atlet, dan senam artistik 2 atlet.
Sudiasa menyebutkan, cabang olahraga silat menjadi penyumbang medali terbanyak dengan perolehan 3 medali emas, dan 3 perak. Sementara itu, cabang olahraga karate turut menyumbang 1 medali emas. Kemudian, cabang olahraga senam artistik juga berhasil mempersembahkan 2 medali emas.
‘’O2SN bukan sekadar perlombaan, tetapi ajang penting untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan jiwa sportivitas siswa. Karenanya, ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi dan pembuktian bahwa anak-anak Kota Denpasar punya potensi besar untuk bersaing di level provinsi bahkan nasional,’’ ujarnya.
Secara resmi O2SN jenjang SD dan SMP Provinsi Bali Tahun 2025 ditutup Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Putu Bayu Putra Mahendra. Ia mengungkapkan, O2SN jenjang pendidikan dasar tingkat Provinsi Bali 2025 diikuti oleh siswa-siswi pada jenjang pendidikan SD/MI/Sederajat dan siswa-siswi pada jenjang pendidikan SMP/MTs/Sederajat yang merupakan perwakilan dari tiap kabupaten/kota se-Bali. Sementara Kabupaten Jembrana tidak mengirimkan peserta jenjang SMP/MTs/Sederajat ke tingkat Provinsi.
Ada tiga cabang olahraga yang ditandingkan pada tingkat SD, dan dua cabang olahraga di tingkat SMP. Ketiga cabang olahraga tersebut yaitu pencak silat, karate dan senam, sedangkan untuk tingkat SMP hanya pencak silat dan karate yang diperlombakan. “Total atlet yang berlaga pada event ini sebanyak 122, untuk tingkat SD ada 70 peserta, dan tingkat SMP ada 52 peserta,” jelas Bayu Putra Mahendra.
Selain Kota Denpasar sebagai juara umum, posisi runner up ditempati kontingen Kabupaten Buleleng, serta posisi ketiga ditempati Kabupaten Gianyar.
Ia mengatakan, juara I, II dan III pada tiap cabang olahraga akan mendapatkan e-sertifikat sebagai juara. Juara I dan II pada tiap cabang olahraga akan mewakili Provinsi Bali menuju ke O2SN jenjang pendidikan dasar (SD/SMP) tingkat Nasional 2025. tra























