MANGUPURA – Kompetisi pemasaran produk di era digital saat ini sangat ketat. Agar tidak kalah oleh zaman, generasi milenial yang menjadi wirausaha diajak melek pemasaran digital. “Kita tiba di era digital marketing, era di mana kita harus meluaskan pandangan dan gagasan baru cepat timbul,” kata anggota Komisi VI DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih, saat acara Menanamkan Nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan di Era Digital di kediamannya, Sabtu (14/5/2022) malam lalu.
Sebagai bagian dari “generasi masa lalu”, pria yang akrab disapa Demer itu mengakui sulit mengejar perkembangan generasi muda saat ini. Tidak hanya belajar di sekolah, generasi milenial dan Z-nial juga mampu sekolah secara online (daring). “Indonesia ini negeri luar biasa dan banyak sumber daya. Tapi yang bisa merusak kita hanya ketika kita cerai berai dan menyalahgunakan teknologi digital,” pesan politisi Partai Golkar tersebut kepada puluhan audiens yang nyaris semua anak-anak muda.
Senyampang membahas generasi milenial, Demer kembali menyinggung Arsa Linggih, putra bungsunya, yang akan maju dalam kontestasi pemilihan anggota DPD RI pada Pemilu 2024 nanti. Melihat respons teman-tema Arsa di SMAN 1 Denpasar, Demer mendaku melihat ada peluang Arsa menjadi wakil rakyat Bali di DPD RI. “Arsa maju ke DPD meski bapaknya juga masih eksis di politik,” kelakarnya.
“Tapi 2024 nanti pemilih milenial dan Z-nial itu mencapai 35 persen, itu (golongan usia) teman-temannya Arsa. Saya yakin dia mampu, karena sekolahnya di luar negeri dan mudah menyesuaikan diri dengan teknologi sekarang serta jabatan yang diemban,” tegasnya.
Praktisi pemasaran digital, Hendra W. Saputro, yang dihadirkan untuk diskusi, berkata saat ini ada 4,9 miliar pengguna internet dari 7,9 miliar penduduk dunia. Saat ini nyaris semua transaksi dan pemasaran dilakukan secara digital. Misalnya, saat ini profil usaha harus muncul di mesin pencari seperti Google agar mudah ditemukan orang. Jika ada calon pembeli, mereka akan meriset suatu usaha dengan menggunakan media sosial.
“Di Indonesia ada 204 juta pengguna internet dari 279 juta penduduk, dan 62 persen pengguna menggunakan handphone. Website paling banyak dikunjungi itu Google, Facebook, dan Youtube. Youtube itu biasanya dipakai bisnis dan personal branding,” terangnya sembari menunjukkan data-data dimaksud.
Melihat besarnya peluang di pemasaran digital itu, Hendro mengajak lebih jeli menggunakan media sosial untuk memasarkan produk usaha. Antara lain dengan rajin update status di media sosial, atau menggunakan pembaruan status untuk memasarkan produk. Tentu jenis media sosial yang dipilih mesti menyesuaikan dengan segmentasi pasar dan jenis produk yang hendak dipasarkan.
Arsa Linggih menambahkan, dia sengaja mengundang teman-temannya dari kalangan milenial untuk lebih membuka wawasan mengenai pemasaran digital. Keinginan itu muncul melihat masih ada kesulitan pemasaran produk dari wirausaha muda, karena mereka kurang menguasai ceruk pasar digital. “Makanya kami undang praktisi pemasaran digital untuk berbagi pengalaman, ada tips-tips tertentu juga untuk memudahkan mendapat buyer (pembeli), supaya teman-teman ini tidak kesulitan lagi memasarkan produk mereka,” ucap AL, panggilan akrabnya. hen
























