Debat Kandidat Media Tarik Pemilih ke TPS

  • Whatsapp
KPU Denpasar saat rapat koordinasi kampanye Pilkada Denpasar bersama narahubung paslon. Foto: Ist
KPU Denpasar saat rapat koordinasi kampanye Pilkada Denpasar bersama narahubung paslon. Foto: Ist

DENPASAR – Terlepas dari ada kekurangan dari debat kandidat pertama yang dijalankan pada Sabtu (10/10/2020) lalu, KPU Denpasar menilai debat tersebut memiliki nilai strategis. Hal terpenting yang disasar yakni agar dapat merangsang animo masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya. Bagaimana mewujudkan harapan itu, jelas tidak bisa lepas dari kepiawaian paslon mengeksplorasi media tersebut.

Menurut Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, debat kandidat merupakan momentum yang difasilitasi agar para kandidat dapat menyampaikan visi-misi dan program mereka. Dari pemaparan tersebut mereka dapat meyakinkan publik bahwa mereka layak dipercaya sebagai pemimpin di Kota Denpasar. Ruang kampanye menggunakan kanal televisi dan media sosial itu, cetusnya, seyogianya dimanfaatkan penuh agar masyarakat bisa melihat, menilai, menimbang, dan muaranya menjatuhkan pilihan.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya menitip pesan agar paslon tetap mendorong publik untuk mematuhi protokol kesehatan, karena pilkada dijalankan tengah pandemi. Para paslon juga agar dapat menjadi teladan kepatuhan tersebut,” urainya, Senin (12/10/2020).

Persoalan apakah debat tersebut efektif atau tidak secara komunikasi politik, dia menilai sangat efektif. Dengan disiarkan langsung di televisi dan menggunakan media sosial, artinya KPU membuka ruang sedemikian luas yang bisa diakses publik. Apalagi bagi yang tidak sempat menonton pada saat debat, rekaman acara tersebut masih bisa ditonton di kalan Youtube KPU Denpasar. Selain memudahkan masyarakat menonton ulang, jejak digital itu juga bisa diputar ulang untuk menyimak kembali janji kampanye jika paslon tersebut menang.

Baca juga :  Doni Monardo: Vaksin Terbaik Saat Ini Adalah Protokol Kesehatan

Meski demikian, dia tidak memungkiri penonton siaran langsung di kanal Youtube relatif kecil, berkisar ratusan orang. Namun, dia beralasan bukan berarti rekaman acara tidak ada yang menonton lagi atau malah disebarluaskan.

Selain itu, kata dia, dari riset yang dilakukan, media televisi menjadi salah satu media bagi masyarakat Denpasar untuk tahu mengenai Pilkada Denpasar. Walau bukan sebagai prioritas utama, dia mendaku televisi tetap memberi ruang bagi masyarakat yang ingin tahu kualitas paslon yang berkontestasi.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, akademisi FISIP Unud, Kadek Dwita Apriani, menilai yang perlu diperhatikan dari debat kandidat adalah seberapa jauh distribusi acara tersebut di masyarakat. Meski KPU Denpasar menyediakan TVRI dan kanal Youtube saat debat berlangsung, layak dicermati berapa banyak yang menonton dari saluran yang ada sebagai satu indikator berhasil-tidaknya acara itu.

“Saya rasa ini tantangan KPU Denpasar untuk memastikan acara itu benar-benar menyentuh ke publik, minimal dapat menggerakkan mereka datang ke TPS. Ini perlu diuji,” cetusnya, Minggu (11/10) lalu.

Tidak hanya KPU, sebutnya, paslon dengan struktur tim pemenangan juga bertanggung jawab memastikan pesan dalam debat dikonsumsi khalayak. Sekurang-kurangnya janji dan program paslon dalam debat sebagai salah satu alat penting menggugah animo memilih, nyata diketahui dan dicerna masyarakat. Target itu yang butuh inovasi semua pihak dengan KPU sebagai ujungtombak. hen 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.