Kantongi Bukti Berkhianat, PDIP Resmi Usulkan Pecat Made Gianyar

  • Whatsapp
COKORDA Gede Agung, IGN Kesuma Kelakan dan Ketut “Boping” Suryadi usai rapat pleno membahas usulan pemecatan Made Gianyar di DPD PDIP Bali, Senin (12/10/2020). Foto: gus hendra
COKORDA Gede Agung, IGN Kesuma Kelakan dan Ketut “Boping” Suryadi usai rapat pleno membahas usulan pemecatan Made Gianyar di DPD PDIP Bali, Senin (12/10/2020). Foto: gus hendra

DENPASAR – Sekian waktu menahan diri, DPD PDIP Bali akhirnya menelurkan sikap tegas terhadap kadernya, I Made Gianyar, yang juga Bupati Bangli periode 2015-2020. Kader yang selama 20 tahun terakhir menjabat Wakil Bupati sampai Bupati Bangli itu resmi diusulkan ke DPP PDIP untuk dipecat. Bersama Made Gianyar, dua kader lainnya yakni Ngakan Kutha Parwata dan istrinya, Sang Ayu Putri Adnyanawati, juga dipastikan tidak lagi berhak memakai atribut PDIP.

Usulan pemecatan tersebut merupakan hasil rapat pleno di DPD PDIP Bali, Senin (12/10/2020) petang. Tampak Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Bali, Ketut “Boping” Suryadi; Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, IGN Kesuma Kelakan; dan Wakil Sekretaris Internal, Cokorda Gede Agung, masuk ruangan pertemuan sekitar pukul 17.00 Wita. Rapat usai sekitar pukul 17.50 Wita. “Silakan tanya hasilnya ke Pak Boping ya,” kata Cok Agung yang keluar ruangan menuju kamar mandi usai rapat.

Bacaan Lainnya

Menurut Boping, rapat pleno sesungguhnya hanya memverifikasi bukti-bukti yang memperkuat dugaan Made Gianyar keluar dari garis kebijakan partai. Dia mengakui selama ini banyak informasi dari kader di Bangli yang menyuarakan Made Gianyar tidak loyal lagi. Terutama, sambungnya, setelah Made Subrata, adiknya, menjadi kandidat Bupati Bangli dengan kendaraan Partai Golkar. “Rapat ini untuk melengkapi syarat administrasi untuk bukti-bukti usulan pemecatan dari DPC Bangli,” terang politisi berambut putih tersebut.

Baca juga :  Tangani Pasien Corona, Sri Mulyani Siap Tambah Anggaran Kemenkes

Lebih lanjut diutarakan, sebelumnya Made Gianyar memang mundur dari PDIP, tapi hanya sebatas sebagai pengurus. Itu berarti dia masih menjadi kader. Meski partai mendengar Made Gianyar melakukan manuver untuk memenangkan adiknya, dan itu juga berarti melawan keputusan partai yang mencalonkan Sedana Artha-Diar, dia berkata semuanya perlu bukti yang valid. “Kita kan tidak bisa cuma dengan dasar ‘katanya’ saja, harus ada bukti jelas. Nah, sekarang bukti sudah ada berupa foto dia memihak adiknya,” sambung Cok Agung.

Didesak bahwa foto tidak dapat “bicara” selayaknya video, Boping menjawab foto itu juga diperkuat dengan keterangan saksi-saksi. Hanya, dia tidak merinci berapa banyak saksi yang memperkuat foto tersebut. Satu hal pasti, lugasnya, DPP sudah minta bukti secepatnya agar proses pemecatan bisa dijalankan sesuai prosedur.

“Sikap partai jelas kok, yang tidak menurut garis partai akan dipecat. Ini urusan dia sebagai kader, bukan dia sebagai Bupati Bangli. Prinsipnya, jangan sampai dia membawa identitas diri sebagai kader PDIP untuk digunakan memenangkan paslon lawan,” seru Boping

Kelakan menambahkan, usulan pemecatan itu sebagai bukti ketegasan partai atas kader yang dinilai berkhianat dari kepentingan partai. Karena itu, dia menolak jika usulan pemecatan itu sebagai sikap partai yang menzolimi kadernya.

“Secara demokrasi, kalau dia mau memenangkan adiknya itu tentu sah-sah saja. Namun, secara fatsun politik tentu tidak benar. Masa 20 tahun diberi jabatan malah berkhianat? Dengan mendukung adiknya (yang dicalonkan Golkar) berarti dia jelas-jelas melawan perintah dan rekomendasi (pilkada) Ketua Umum,” sindir anggota DPR RI tersebut.

Baca juga :  Kementerian BUMN Beli Bahan Baku Obat Covid-19 dari India

Berapa lama waktu memproses pemecatan, Cok Agung berkata secepatnya diproses di DPP. Nanti surat pemecatan juga disampaikan ke Made Gianyar sebagai pemberitahuan. “Apapun itu, kami tetap menghormati beliau. Makanya surat pemecatan akan disampaikan langsung ke sana,” tandas Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut dengan mimik kalem. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.