Dayu Fuso Antarkan Bank BPD Bali Cabang Renon Capai NPL 0,26 Persen

Ida Ayu Tri Rasmiwinari. Foto: ist

DENPASAR – Kepala Bank BPD Bali Kantor Pusat Cabang Renon, Ida Ayu Tri Rasmiwinari, pada Rabu (21/12/2022) mulai memasuki masa bebas tugas. Tak main-main, di era Dayu Fuso panggilan akrabnya itu, berhasil mengantarkan Bank BPD Bali Cabang Renon mencapai Non Performing Loan atau NPL sebesar 0,26 persen yang diraih dengan tidak mudah.

Pasalnya, ketika di tahun 2019 NPL Bank BPD Bali Cabang Renon tercatat 1,53 persen, karena mengelola target dan nilai kredit yang cukup besar. Namun dengan tekad kuat untuk menurunkan angka NPL, maka Dayu Fuso menginisiasi pelelangan, sekaligus mencarikan calon peserta lelang, sehingga dengan berjalannya waktu hingga tahun 2022 Bank BPD Cabang Renon berhasil mencapai NPL 0,26 persen.

Read More

Dayu Fuso mengisahkan untuk proses lelang aset nasabah diakui tidaklah mudah, sebab harus memiliki relasi yang banyak serta mengetahui jadwal pelelangan kapan akan dilakukan. Diakui Dayu Fuso, saat meniti karir di Bank BPD Bali, banyak lika-liku yang cukup panjang, sehingga dirinya mengantongi prinsip “Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas” setiap bekerja. Prinsip inilah yang membawa Bank BPD Bali Cabang Renon meraih NPL 0.26 persen.

Dayu Poso menceritakan dirinya berkarir selama 33 tahun atau tepatnya mulai 21 Mei 1989. Ia mengawali karir sebagai teller selama 1 tahun di Bank BPD Bali. Selanjutnya kembali menjadi teller di Bank BPD Bali Cabang Pembantu Warmadewa pada tahun 1991.

“Waktu itu pertama kali melamar di Bank BPD Bali, ketika saya pas berhenti kuliah di semester 5, karena kesulitan finansial sebab usaha orang tua yang terpuruk. Saya memutuskan untuk bekerja, agar bisa membantu semua keluarga saya, dan saya melamar kerja di Bank BPD Bali dan syukur saya dilancarkan dan bisa bekerja pertama kali menjadi teller di Capem Warmadewa,’’ paparnya di Denpasar, Selasa (20/12/2022).

Usai menjadi teller di Capem Warmadewa, Dayu Fuso ditugaskan kembali di Kantor pusat, seperjalan waktu hingga tahun 2001 dirinya kembali ditugaskan di Kantor Kas Warmadewa dengan jabatan sebagai Kepala Kantor Kas. Selanjutnya di tahun 2005 ia diangkat kembali menjadi Kepala Bank BPD Bali Capem Universitas Udayana (Unud) di Jalan PB. Sudirman, Denpasar, sambil menempuh kuliah pascasarjana.

Tugas ini sangat diharapkan Dayu Fuso, karena sesuai dengan cita-citanya yang ingin memiliki ijasah Universitas Udayana sambil bekerja. Dayu Fuso mengatakan cobaan berat pada tugas menjadi Kepala Capem Unud bukan pada kerjaan, tetapi pada keluarga dimana ketika dirinya bertugas menjadi Kepala Capem, ibunda tercinta harus meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Bukan hanya itu, dirinya pun sakit hingga masuk ICU dan harus operasi pasang ring jantung. Setelah 3 kali masuk ICU barulah diketahui dirinya bukan sakit jantung, melainkan ada penyempitan pada tulang belakang di bagian leher.

“Waktu saya menjadi Kepala Capem, Dirut Bank BPD Bali waktu itu Pak Wayan Suja menjenguk saya di rumah sakit, dan dipikir saya sakit karena habis rapat dengan Pak Dirut. Padahal bukan itu, karena saya memang dari dulu ada riwayat saraf penyempitan pada leher,” kenangnya, seraya menambahkan harus menjabat Kepala Bank BPD Bali Capem Unud selama 5,5 tahun, karena juga dipercaya menjadi dosen praktisi Lab Perbankan Unud.

Usai menjabat di Capem Unud, Dayu Fuso sempat ditugaskan menjadi Wakil Kepala Bisnis Bank BPD Bali Kantor Cabang Tabanan, hingga tahun 2013 kembali dikirim mengikuti kelas branch manager di Hongkong dan Taiwan dengan meraih ranking 3 dari seluruh peserta dari Indonesia.

“Dengan terus berpindah-pindah dan mendapatkan suatu pekerjaan baru, justru saya sangat senang belajar. Karena biasa saya dan rekan-rekan, ketika ditugaskan pada tempat baru setelah 2 tahun pasti sudah tidak ada strategi lagi, sehingga biasanya dipindahtugaskan,” bebernya.

Dayu Fuso mengatakan, usai mengikuti kelas branch manager dipercayauntuk ditugaskan menjadi Kepala Bank BPD Bali Kantor Cabang Klungkung, saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwitra baru menjabat. Dirinya pun terus mendampingi Bupati Klungkung hingga bolak balik ke Nusa Penida sambil melihat nasabah Bank BPD Bali di Lembongan, Ceningan, karena waktu itu potensi di daerah tersebut sangat banyak.

Usai bertugas di Bank BPD Bali Kantor Cabang Klungkung, pada tahun 2016 baru ditugaskan kembali ke Bank BPD Bali Kantor Pusat Cabang Renon sebagai Kabag Dana dan Jasa. Dari sinilah dirinya mendapatkan banyak relasi konglomerat, bahkan dari luar Pulau Bali, hingga tahun 2019 diberi tugas menjadi Pjs. Kepala Bank BPD Bali Kantor Cabang Renon selama 6 bulan, dan diangkat menjadi Kepala Bank BPD Bali Kantor Cabang Renon.

‘’Ketika saya menjabat Kabag Dana dan Jasa banyak mendapatkan relasi. Berawal disanalah saya berhasil mencapai NPL 0,26 di Kantor Cabang Renon,’’ ucapnya. nan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.