Dapur Umum Kelenteng Maha Grhapati Sediakan500 Paket Nasi Vegetarian Setiap Hari

  • Whatsapp
WALI Kota Jaya Negara saat meresmikan dan meninjau Dapur Umum Gotong Royong Kelenteng Maha Grhapati, Denpasar, Selasa (10/8/2021). Foto: ist
WALI Kota Jaya Negara saat meresmikan dan meninjau Dapur Umum Gotong Royong Kelenteng Maha Grhapati, Denpasar, Selasa (10/8/2021). Foto: ist

DENPASAR – Dapur umum gotong royong guna membantu sesama di masa pandemi Covid-19 di Kota Denpasar kini bertambah dengan kehadiran Dapur Umum Gotong Royong di Kelenteng Maha Grhapati. Setiap harinya dapur umum ini menyediakan makanan sebanyak 500 paket nasi.

Dapur umum ini dibuka oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, ditandai dengan pemotongan pita Selasa (10/8/2021) di Kelenteng Maha Grhapati, Renon, Kota Denpasar. Turut mendampingi, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Bali, Sudiarta Indrajaya; Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha; Lurah Renon, dan unsur terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Jaya Negara di sela-sela kegiatan mengatakan, Dapur Umum Gotong Royong di Kelenteng Maha Grhapati merupakan sinergi Pemkot Denpasar dengan Inti Bali. Dapur umum ini dikhususkan dengan menu vegetarian. “Kehadiran dapur umum ini diharapkan berperan untuk lebih mendalam menggugah kepedulian dalam berkontribusi menyelamatkan warga di bidang pangan tanpa melihat agama, suku, ras, dan lainnya di masa pandemi ini,” ujarnya.

Ketua Inti Bali sekaligus selaku pengelola Dapur Umum Gotong Royong di Klenteng Maha Grhapati, Sudiarta Indrajaya, mengatakan, sebenarnya dapur umum ini sudah dimulai sejak bulan April 2020. Kini diaktifkan kembali mengingat Pemerintah Pusat memberlakukan PPKM level 4 untuk Kota Denpasar. 

Baca juga :  Menparekraf: Promosi Pariwisata Indonesia akan Beralih ke Digital

Dia menjelaskan, di dapur umum ini memang dikhususkan untuk jenis makanan vegetarian dengan pengolahan yang khusus demi kesehatan masyarakat. Sesekali juga disediakan menu tambahan ikan untuk mendukung pemenuhan protein masyarakat di masa pandemi ini. Pemesanan atau amprah makanan ini dilakukan minimal sehari sebelumnya.

“Dalam sehari, kami akan membuat sedikitnya 500 paket nasi sesuai permintaan dari kecamatan ataupun desa/kelurahan, dan kami siap menambahkan jika memang sangat diperlukan. Setiap hari kami rancang pembagian dua kali, yakni pagi pukul 08.00 dan siang hari pukul 14.00,” kata Sudiarta. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.