“Dance Competition” Pacu Semangat Generasi Muda Pada Masa Pandemi

  • Whatsapp
PENAMPILAN salah satu peserta Dance Competition di Balai Budaya Gianyar. Foto: adi
PENAMPILAN salah satu peserta Dance Competition di Balai Budaya Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Memacu semangat dan kreativitas pemuda di masa pandemi Covid-19, DPD KNPI Gianyar menggelar Dance Competition se-Bali, Selasa (10/11/2020). Kegiatan ini juga dalam rangka Bulan Bakti Pemuda.

Ketua DPD KNPI Gianyar, Komang Bramana Tri Wibawa, mengatakan, antusiasme generasi muda mengikuti ajang ini cukup tinggi. Diawali dengan pendaftaran peserta secara daring, kemudian seleksi secara virtual. Ada dua kategori yang dilombakan, yakni dance couple (berpasangan) tema perpaduan tradisional-modern; dan dance sport (olahraga). “Setelah tahap seleksi, hanya peserta yang lolos lima besar berkesempatan tampil secara offline (langsung) di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar,” jelasnya. 

Bacaan Lainnya

Karena dilangsungkan dalam situasi pandemi, sebutnya, protokol kesehatan diterapkan secara ketat, terutama menjaga jarak. Selain menetapkan masing-masing tiga juara, panitia juga memperebutkan juara favorit berdasarkan banyaknya ikon “like” di akun instagram DPD KNPI Gianyar. 

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar. Dalam sambutannya saat membuka acara, Asisten I Setda Gianyar, I Wayan Suardana, mengatakan dance sangat cocok digeluti generasi muda masa kini. Dance dinilai bermanfaat untuk melatih daya ingat, konsentrasi, sehat, percaya diri, dan memupuk kebersamaan dengan sesama teman. “Dance juga berperan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dalam mendukung kesetaraan gender,” sebutnya.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 25 Orang, Positif Meningkat 26 Orang

Ketua KONI Gianyar, Pande Purwatha, berharap peserta kompetisi ini bisa menjadi bibit unggul atlet dansa di masa depan. “IODI sudah jadi cabang olahraga di Gianyar, yang kita harap bisa berkontribusi mengharumkan nama Gianyar,” pesannya. 

Salah satu peserta dance couple, Dewi Arianti dari SMAN 1 Payangan, mendaku ini pengalaman pertama ikut kompetisi. Dia membawakan tema Eling, kolaborasi tradisional dan modern dance. Bagian tradisionalnya, selain tari Bali, dia padukan dengan tari nasional. Untuk persiapan lomba, Dewi bersama mitranya, I Dewa Gede Ananda Putra Kyika, berlatih sejak dua minggu lalu. “Kami latihan setiap sore hingga larut malam, sehingga tadi kami cukup puas bisa tampil maksimal,” ungkapnya. 

Sebagai dewan juri, dihadirkan praktisi dansa dari IODI Bali dan IODI Gianyar. Mereka yakni I Ketut Gede Agus Adi Saputra, Desak Made Sriathi, Anak Agung Bagus Arjun Antara, dan Putu Diva Pionita Dewi. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.