Dana Hibah Bukan Pesta Anggaran

  • Whatsapp
AAN Adhi Ardhana. Foto: gus hendra
AAN Adhi Ardhana. Foto: gus hendra

DENPASAR – Adanya silang pendapat tentang perlu atau tidaknya dana hibah yang difasilitasi anggota DPRD Bali dipangkas dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, memantik perhatian anggota Komisi II DPRD Bali, AAN Adhi Ardhana. Dia mengingatkan jauh lebih penting semua pihak bekerja sama mengatasi dampak pandemi tinimbang membuat polemik tidak berujung. “Pada dasarnya, krisis dan wabah ini bukanlah suatu pesta berbagi anggaran, termasuk anggaran hibah. Sebaliknya, inilah saat kita saling rangkul dan gotong royong membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang kesulitan,” katanya dengan artikulasi hati-hati, Senin (4/5/2020).

Terkait perlu atau tidak dana hibah dipangkas, dia balik bertanya apakah anggaran yang disediakan saat ini oleh Pemprov Bali benar-benar tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat saat ini? Dalam pandangannya, dana hibah adalah dana untuk kelompok masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka. Dia pribadi mendaku tidak masalah apakah anggaran hibah dirasionalisasi atau tidak. Meski begitu, secara retoris dia kembali bertanya apakah legislator tidak boleh memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan? Apalagi ketika anggarannya memang tersedia.

Bacaan Lainnya

Ardhana tidak memungkiri ada pihak-pihak yang aktif menyoroti persoalan dana hibah difasilitasi legislator itu. Hanya, dia melihat mereka yang berteriak menuntut, terutama melalui media sosial itu, justru dari kalangan yang mampu, bukan masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Karena itu, dia mengajak semua pihak melihat persoalan ini secara proporsional. “Betul, negara kewajib memenuhi hak dasar seluruh masyarakat. Pertanyaannya, apakah seluruh masyarakat sudah tidak mampu memenuhi hak dasarnya secara mandiri?” urai politisi PDIP ini.

Baca juga :  Vidcon dengan Panglima, Pangdam IX/Udayana Laporkan Peran TNI dalam Penanganan Covid-19

Didesak bahwa pemerintah harus adil memberi bantuan, dia balik bertanya apakah adil memberi bantuan kepada orang yang sesungguhnya terbilang mampu dalam situasi saat ini? Sebaliknya, apakah ada orang tidak mampu yang tidak dibantu? “Kalau benar ada yang tercecer, agar disampaikan ke kami atau aparat. Saya yakin segera akan dibantu, dan yakin tidak ada yang telantar,” cetusnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.