MATARAM – Maulana Syekh TGHKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid (Pahlawan Nasional) memilih Golkar sebagai kendaraan politiknya pada 28 September 1970. Kini, pilihan politiknya itu diikuti salah satu cucunya, Lalu Gede Syamsul Mujahidin, yang memilih Partai Golkar untuk maju dalam Pileg 2024. Dia pun berani menjanjikan dua kursi DPR RI akan disumbang bagi partai berlambang beringin itu.
Sebagai catatan, dua saudara sepupu Gede Syamsul yakni Sitti Rohmi Djalilah dan Syamsul Lutfi memilih Partai Nasdem sebagai kendaraan politik. Rohmi kini Ketua DPW Nasdem NTB, dan Lutfi menjadi anggota DPR RI. “Insya Allah, saya bertekad maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar pada Pemilu 2024. Majunya saya juga atas restu ibu saya,” tegasnya, Senin (14/2/2022).
Lebih jauh diutarakan, untuk mendukung pencalonannya sebagai caleg Partai Golkar untuk Dapil NTB-2 (Pulau Lombok), dia bergerak melakukan konsolidasi dan penggalangan masyarakat. Sejumlah simpul organisasi yang dipimpinnya dipakai sebagai media. Dia optimis kehadirannya akan bisa membuat kursi DPR RI untuk Golkar bertambah dua.
“Saya akan upayakan target dua kursi DPR RI untuk Golkar. Termasuk di Pilpres 2024, saya juga akan memenangkan pertarungan di bawah komando Ketua DPD Golkar NTB, Mohan Roliskana,” ucapnya menebar janji.
Kendati ormas yang dia pimpin, Nahdlatul Wathan (NW), ada sejumlah kader dan pengurus ke parpol lain seperti Partai Gerindra, dia tetap yakin massa militan NW akan memilih Partai Golkar. Apalagi kini Partai Golkar akan menginjak usia 60 tahun atau enam dekade. Dia mengklaim bertekad mewujudkan pesan kakeknya untuk mengibarkan panji kemenangan Golkar di NTB dengan dua kursi DPR RI, serta memenangi Pilkada dan Pilpres 2024 mendatang.
Berpolitik sesuai pesan Maulana Syekh TGHKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, sambungnya, merupakan amanah mulia yang harus dijalankan. Apalagi, pada prinsipnya seluruh fungsi parpol sangat berarti bagi kehidupan di negeri ini, asal diimplementasikan bukan untuk kepentingan diri sendiri. Parpol juga merupakan tempat kandidat penyelenggara negara ditempa agar memiliki kapasitas mengelola negara secara paripurna. Dan, parpol adalah kunci dari pilar demokrasi
Kini, tegasnya, saatnya seluruh parpol memperkuat kelembagaan dan mengubah diri agar mampu memainkan fungsinya secara optimal. Dengan begitu kepercayaan rakyat meningkat.
“Wajarlah partai bagi saya berfungsi sebagai pabrik pemimpin bangsa. Sebab, lewat partai politik, calon-calon pejabat publik digodok agar punya kemampuan hebat untuk melayani rakyat,” urainya menandaskan. rul






















