Cuaca Ekstrem Picu Longsor-Pohon Tumbang di Bangli

CUACA ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu rentetan bencana alam di sejumlah titik di Kabupaten Bangli. Foto: ist
CUACA ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu rentetan bencana alam di sejumlah titik di Kabupaten Bangli. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu rentetan bencana alam di sejumlah titik di Kabupaten Bangli. Berdasarkan data yang dihimpun, pohon jenis durian tumbang menimpa gudang milik Ketut Suarjana di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Demulih, Kecamatan Susut, Selasa (20/1/2026). Akibat kejadian sekitar pukul 07.00 Wita tersebut, bangunan semi permanen itu mengalami kerusakan berat di bagian rangka atas dan atap.

Ketut Suarjana menaksir kerugian akibat rusaknya gudang tersebut mencapai Rp15 juta. Buruh bangunan ini berharap ada uluran tangan dari pemerintah daerah untuk membantu perbaikan tempat usahanya. “Kami mohon bantuan dari pemerintah untuk perbaikan bangunan gudang yang rusak,” ujarnya memelas.

Bacaan Lainnya

Pada hari yang sama, dahan pohon di ruas jalan Bangli-Kayuambua, tepatnya di Banjar Tanggahan Peken, Desa Sulahan, juga tumbang sekira pukul 05.30 Wita. Kejadian ini mengakibatkan gangguan fasilitas publik, karena dahan menimpa jaringan kabel Wi-Fi serta papan nama toko milik warga setempat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam dua insiden di Kecamatan Susut tersebut.

Masih di wilayah Susut, Dinding Penahan Tanah (DPT) di sebelah selatan wantilan Pura Manik Tirta, Banjar Manuk, Desa Susut, tergerus longsor pada Minggu (18/1/2026). Longsoran sepanjang 15 meter dengan ketinggian hampir 10 meter itu menimbulkan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta. Warga segera menutup areal longsor dengan terpal untuk mengantisipasi adanya pergerakan tanah susulan.

Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Sucipta, mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat musim hujan masih berlangsung. Penanganan pasca-kejadian di Pura Manik Tirta terus dipantau guna menghindari potensi bahaya yang lebih besar bagi warga sekitar. “Guna menghindari terjadi longsor susulan, warga telah menutup areal DPT dengan terpal,” bebernya menjelaskan langkah antisipasi di lapangan.

Di lokasi lain, hujan deras juga mengakibatkan merajan milik I Nyoman Taman (60) di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, tergerus longsor pada Minggu (18/1/2026) malam. Sejumlah bangunan suci seperti Rong Tiga, Padma Surya, Simpang Dewa Hyang, dan Taksu ikut tergerus material longsor. Camat Tembuku, I Putu Sumardiana, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.15 Wita saat intensitas hujan sedang tinggi. Kerugian material yang diderita pemilik merajan ditaksir mencapai Rp150 juta. “Tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses