Covid-19 Mengganas di Bali, Catat Rekor Tambahan Tertinggi 494 Orang

  • Whatsapp
TANGKAPAN layar data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Rabu (20/1/2021) mencatat pertambahan positif yang cukup signifikan di Bali, yaitu sebanyak 494 orang. Foto: ist
TANGKAPAN layar data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Rabu (20/1/2021) mencatat pertambahan positif yang cukup signifikan di Bali, yaitu sebanyak 494 orang. Foto: ist

DENPASAR – Perkembangan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Bali semakin mengkhawatirkan. Tambahan terkonfirmasi positif semakin tak terkendali. Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Rabu (20/1/2021) mencatat pertambahan positif yang cukup signifikan di Bali, yaitu sebanyak 494 orang. 

Jumlah ini menjadi rekor tertinggi penambahan positif sejak kasus pertama ditemukan pada 11 Maret 2020. Dan dengan tambahan ini, maka kumulatif terkonfirmasi positif di Bali menjadi 22.423 orang, terdiri dari 22.371 WNI dan 52 WNA.

Bacaan Lainnya

Tambahan tertinggi positif terjadi di Kota Denpasar yang menyumbang sebanyak 218 orang, disusul Kabupaten Badung dan Tabanan masing-masing 60 orang, Gianyar 45 orang, Jembrana 42 orang, Buleleng 35 orang, Bangli 10 orang, Klungkung enam orang, Karangasem satu orang, luar bali 14 orang, dan tiga WNA.

Untuk kabar baiknya, Rabu (20/1/2021) juga disampaikan pasien sembuh bertambah sebanyak 246 orang, sehingga kumulatif sembuh menjadi 19.179 orang (85,53%). Namun sayang, kabar duka juga kembali terjadi. Pasien meninggal dunia bertambah enam orang. Kumulatif meninggal hingga Rabu kemarin menjadi 607 jiwa (2,71%), terdiri dari 603 WNI dan empat WNA. Sementara kasus aktif atau pasien dalam perawatan, sejumlah 2.637 orang (11,76%).

Baca juga :  Bali United Setuju LIB Gelar RUPS Luar Biasa

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan, dari jumlah terkonfirmasi sebanyak 494 orang ini, melalui transmisi lokal sebanyak 456 orang dan 38 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). 

“Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun,” kata Dewa Indra seperti rilis yang diterima redaksi POS BALI (posmerdeka.com).

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini mengungkapkan, mengawali tahun 2021, Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengeluarkan kebijakan Surat Edaran (SE) Nomor 01 Tahun 2021 pada tanggal 6 Januari 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. “SE ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19),” imbuhnya.

Dia menambahkan, SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp1 ribu bagi perorangan, dan Rp1 juta bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.