Covid-19 di Bali Sudah Renggut 1.111 Jiwa

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi Covid-19 di Bali, Sabtu (27/3/2021), mencatat penambahan lima pasien meninggal dunia yang tersebar di empat kabupaten/kota (Denpasar 2 orang, Klungkung 1 orang, Tabanan 1 orang dan Buleleng 1 orang).

Dengan demikian, secara kumulatif sejak pandemi Covid-19 melanda Bali, Maret 2020, tercatat sudah merenggut 1.111 jiwa (2,83%) dari jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 39.202 orang (39.117 WNI dan 85 WNA).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan rilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Sabtu (27/3/2021), tercatat penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 145 orang, atau 20 orang lebih banyak dari pasien dinyatakan sembuh yang berjumlah 125 orang.

Panambahan kasus positif baru 145 orang itu dengan rincian 124 melalui transmisi lokal, 20 PPDN (pelaku perjalanan dalam negeri) dan 1 PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) tersebar di seluruh kabupaten/kota di Balu. Dari jumlah itu, Kota Denpasar kembali menjadi menyumbang terbanyak 46 orang.

Di bawah Denpasar, ada Kabupaten Badung sebanyak 30 orang, disusul Buleleng 24 orang, Tabanan 15 orang, Karangasem 8 orang, Gianyar 7 orang, Klungkung 7 orang, Bangli 4 orang, Jembrana 4 orang dan 1 orang dari daerah lain.

Sementara itu, Kabupaten Badung mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak 41 orang, Denpasar 23 orang, Buleleng 16 orang, Jembrana 13 orang, Klungkung, Tabanan dan Gianyar masing-masing 7 orang, Bangli 6 orang, Karangasem 5 orang.

Baca juga :  Transmisi Lokal, Kembali Terjadi Penambahan Pasien Positif Corona di Buleleng

Jadi, secara kumulatif pasien sembuh di Bali berjumlah 36.423 orang (92,91%) dengan rincian 36.359 WNI dan 64 WNA. Sementara kasus aktif (pasien dalam perawatan) menjadi 1.668 orang (4,25%) dengan rincian 1.107 WNI dan 4 WNA.

Untuk menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M; memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, mMeningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.