Cok Ace Sebut Aturan Karantina Masih Dinamis

  • Whatsapp
WAGUB Cok Ace (kiri) dan Bupati Agus Suradnyana di Singaraja, Selasa (12/10/2021). Foto: ist
WAGUB Cok Ace (kiri) dan Bupati Agus Suradnyana di Singaraja, Selasa (12/10/2021). Foto: ist

BULELENG – Jelang dibukanya perjalanan internasional 14 Oktober 2021, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) diharapkan mampu mengakomodir kembali kunjungan wisatawan yang datang ke Bali. Dengan begitu, kali pertama penerimaan wisatawan mancanegara di Bali setelah hampir dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19, memiliki kesiapan yang maksimal dalam penerapan protokol kesehatan terutama di pintu masuk Bandara Internasional Ngurah Rai dan sejumlah tempat wisata lainnya. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua BPPD Provinsi Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat pelantikan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Buleleng, di ruang Astiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, Selasa (12/10/2021) ‘’Mereka yang datang ke Bali akan menjalani karantina selama lima hari di hotel yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,’’ katanya.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, hotel tempat karantina ini juga sudah memiliki sertifikat CHSE; Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment (ramah lingkungan) serta bekerjasama dengan rumah sakit terdekat yang juga ditunjuk melayani penanganan Covid-19. 

Cok Ace mengatakan, CHSE dibuat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19. Dengan maksud untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum serangkaian mencegah terjadinya episenter atau klaster baru pascadibukanya Bali nanti.

Baca juga :  DPRD Bali Setuju Kenaikan Tarif Parkir Bandara, Asalkan…

‘’Aturan karantina masih bersifat dinamis, namun hingga saat ini masih diberlakukan lima hari bagi wisatawan, kita tetap mengikuti arahan dan saran dari para ahli, karena penyebaran virus Covid-19 varian baru (Mu) belum kita ketahui secara pasti jangka waktu berkembang dari saat pertama terinfeksi,’’ ungkap mantan Bupati Gianyar ini.

Meskipun Bali akan dibuka pada 14 Oktober ini, jelas Cok Ace, namun dipastikan wisatawan tidak langsung datang beramai-ramai ke Bali. Perlu waktu satu bulan untuk memastikan kedatangan wisatawan. Setidaknya diawal November kecuali ada pesawat carter. “Jika dilihat dari tingkat vaksinasi Bali sudah sangat tinggi, dan terlihat dari beberapa minggu terakhir bahwa penyebaran kasus Covid-19 sudah mulai menurun, sehingga rata-rata di Bali sudah menjadi zona hijau dan kuning,’’ imbuh Cok Ace.

Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, mengatakan, perlu dilakukan upaya-upaya baru atau peremajaan terhadap layanan dan servis bagi wisatawan yang datang ke Bali, sehingga tumbuh kesan dan keinginan mereka untuk kembali datang.

“Bali sebagai barometer dari pariwisata nasional harus dijaga, karena seperti yang diketahui bersama bahwa pariwisata memberikan multiplier efek tapi satu sisi sangat rentan terhadap isu baik keamanan, kesehatan, politik termasuk juga isu yang saat ini berkembang,” tandasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.