Catat! Pesta Kesenian Bali Tahun Ini Digelar Tanggal 21 Juni – 19 Juli 2025, Ini Tema dan Materinya

AKSI salah satu sekaa bleganjur dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Tahun ini PKB kembali digelar tanggal 21 Juni – 19 Juli 2025. Foto: ist
AKSI salah satu sekaa bleganjur dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Tahun ini PKB kembali digelar tanggal 21 Juni – 19 Juli 2025. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai kegiatan seni budaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali yang melibatkan Kabupaten/Kota se-Bali bakal digelar pada 21 Juni hingga 19 Juli 2025. PKB XLVII Tahun 2025 mengangkat tema “Jagat Kerthi: Loka Hita Samadaya, Harmoni Semesta Raya” yang tetap berlangsung di Art Center (Taman Budaya Bali) dan Monumen Rakyat Bali.

Tema itu memiliki makna yang mendalam mengenai keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan dan alam semesta. “Jagat Kerthi” merujuk pada dunia yang suci dan harmonis. Sementara “Loka Hita Samadaya” berarti “Kesejahteraan Dunia” atau “Kebaikan Bersama.” Harmoni Semesta Raya adalah perwujudan dari seluruh konsep tersebut, menunjukkan bahwa keselarasan dan kesejahteraan di dunia ini bergantung pada keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Bacaan Lainnya

Pesta seni milik masyarakat Bali itu bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan seni serta budaya Bali, sehingga menampilkan berbagai materi, yaitu Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Bali World Culture Celebration (Perayaan Budaya Dunia), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), dan Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah).

Pawai pembukaan PKB XLVII akan dimulai dari simpang tiga Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Raya Puputan, melewati panggung kehormatan, dan berakhir di depan Kantor Kementerian Keuangan Wilayah Bali. Pawai ini diikuti oleh kabupaten kota di Bali dengan melibatkan sepasang Jegeg Bagus, Barisan Tarian Khas Daerah Kabupaten/Kota/ Desa Adat, Barisan Uparengga dan Garapan Tematik

Rekasadana (Pergelaran) masing-masing duta mengimplementasikan tema yang diusung. Rekasadana ini juga dijadikan sebagai upaya pelestarian kesenian yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO dan WBTB Indonesia, sekaligus wahana rekonstruksi dan revitalisasi seni-seni klasik dan/atau seni yang telah punah. Selain menampilkan para sekaa lokal Bali, pergeleran juga diikuti oleh partisipasi luar daerah sebanyak, dan partisipasi luar negeri.

Utsawa (Parade), khususnya pada materi Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, dan Gong Kebyar Anak-anak sudah menjadi gengsi sehingga seluruh kabupaten/kota di Bali tidak ada yang absen. Namun, untuk parade gong kebyar legendaris, arja klasik, drama gong tradisi, wayang kulit, palegongan klasik, janger tradisi remaja, joged bumbung, nglawang, busana adat khas kabupaten/kota tak semua mengirimnya.

Lomba Bleganjur hanya diikut oleh 8 duta. Begitu pula lomba barong ket hanya diikuti 8 duta. Kabupaten/kota juga tampak tak kompak untuk mengikuti lomba taman penasar, gender wayang, mesatua dewasa, mesatua anak-anak kategori umum, serta masih memberikan penghargaan untuk para penulis budaya melalui lomba karya tulis berita kisah.

Untuk serasehan dengan melibatkan peserta dari Perguruan Tinggi se-Bali, budayawan, seniman dan pemerhati budaya, serta lembaga kebudayaan dan masyarakat seperti MKB, MDA, PAKIS, Pasikian Yowana, Widya Sabha, dan semacamnya sehingga gaung dan atmosfer PKB bisa lebih luas dirasakan masyarakat. Serasehan dilaksanakan secara luring-daring, sehingga jangkauan peserta lebih luas.

Kriya loka (loka karya) dalam PKB kali ini akan membahas seni karawitan slonding, seni tari joged bumbung, seni pedalangan. Sementara untuk Kandarupa menghadirkan Pameran Kerajinan dan Industri Kreatif yang melewati kurasi dan pengelolaan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dan Dekranasda Provinsi Bali

Pameran Kuliner Tradisional Khas Bali merupakan pameran kuliner khas yang merupakan wakil Kabupaten/Kota se-Bali. Peserta pameran ini telah dikurasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. Sedangkan pameran seni dan cenderamata khas PKB dikurasi dari Tim Kurator PKB.

Bali World Culture Celebration (BWCC) atau Perayaan Budaya Dunia di Bali sebagai salah satu materi pokok PKB akan menampilkan berbagai kesenian klasik, tradisional, dan seni rakyat dari luar negeri. Agenda BWCC meliputi pergelaran/ performance partisipan luar negeri dan dialog budaya yang disinergikan dengan sarasehan. Kali ini, ada 4 partisipan luar negeri yang memeriahkan BWCC.

Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah) merupakan kegiatan apresiasi budaya tradisi untuk penguatan dan pemajuan kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pengobatan tradisional, permainan rakyat, dan olahraga tradisi. Agenda Jantra Tradisi Bali meliputi murtirupa (demonstrasi), pacentokan (lomba), dan temu wirasa (sarasehan).

PKB tahun 2025 ini juga memberikan penghargaan Adi Sewaka kepada seniman yang mengabdikan keahlian seni yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara, juga memiliki integritas dedikasi dan kontribusi dalam penguatan dan pemajuan seni tradisi klasik dan/seni rakyat. Berusia paling rendah 45 tahun, berkiprah paling sedikit 10 tahun dan memiliki keahlian kepeloporan dan inovasi dalam penguatan dan pemajuan seni tradisi klasik dan/atau seni rakyat di Provinsi Bali. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses