KARANGASEM – Salah satu prosesi dalam Usaba Dalem di Desa Nyuhtebel, Manggis, Karangasem adalah upacara mecaru. Sedikit berbeda dengan prosesi di tempat lain di Bali, di daerah ini caru dalam upacara menggunakan sarana sapi sampai puluhan ekor.
Perbekel Nyuhtebel, I Ketut Mudra, mengungkapkan, ritual Usaba Desa Nyuhtebel memiliki duausaba yaitu Usaba Desa (di Pura Puseh lan Bale Agung) dan Usaba Dalem di Pura Dalem. Usaba desa digelar pada purnama sasih kelima, sedangkan usaba dalem pada tilem sasih kedasa. “Pengertian usaba adalah rerahinan atau piodalan atau hari suci desa adat yang dilaksanakan setiap tahun sekali,” katanya, Selasa (20/4/2021).
Lebih jauh dituturkan, usaba dalem di Desa Nyuhtebel dilaksanakan sebagai peringatan hari suci untuk pemujaan Dewa Siwa dalam manifestasinya sebagai Tri Purusa. Sesuai srada atau keyakinan, Ciwa dalam manifestasi mewujudkan semesta alam beserta isinya dengan anugerah energi di bhurloka, bwahloka dan swahloka. Sarana upakara mempersembahkan godel atau anak sapi. “Persembahan dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 15.00 sampai 19.00,” jelas Mudra.
Godel yang dipersembahkan, jelasnya, dibersihkan dahulu dengan percikan tirta. Setelah dipotong, kepala dan kakinya dirakit untuk dipersembahkan di depan pelinggih Jeron Dewa Pura Dalem, dan dilaksanakan persembahyangan bersama oleh warga desa adat. Jika ada krama inginmaturan saat itu juga disilakan. Ada 32 krama mepenauran, jadi ada 32 godel yang dipersembahkan sebagai sarana upakara mulai tanggal 9 April sampai dengan 12 April 2021.
“Puncak acara tanggal 9 April dilaksanakan oleh desa adat, penauran krama dilaksanakan setelah persembahan desa adat selesai. Waktu krama mepenauran menyesuaikan dengan jumlah kramayang mepenauran. Jika lebih dari 60 krama, waktu upacara dapat diperpanjang bergantung keputusan desa adat,” pungkasnya. nad






















