Bupati Sedana Arta Minta Media Informasikan Jual-Beli Jabatan, Jamin Tidak Ada Transaksional

  • Whatsapp
BUPATI Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Foto: ist

BANGLI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menjamin tidak ada jual-beli jabatan dalam mutasi maupun lelang jabatan eselon II yang tengah berproses.

“Kami tegaskan dalam mutasi maupun lelang jabatan untuk sembilan posisi strategis di lingkungan Pemkab Bangli, tidak ada jual-beli jabatan. Semua proses berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya saat jumpa pers, Selasa (4/1/2022) di ruang pertemuan rumah jabatan Bupati.

Bacaan Lainnya

Sebagai penegas tidak ada transaksional dalam mutasi jabatan, pada kesempatan itu, Sedana Arta “menantang” media untuk menginformasikan bila ada desas-desus jual-beli jabatan saat mutasi yang sudah dan akan dilaksanakan.

Dia mendaku tidak berani main-main, karena mutasi ini menjadi atensi KPK. Di luar sana, sebutnya, banyak pejabat atau bupati tersandung kasus jual-beli jabatan. Sanksinya juga sangat tegas dan berat.

Lebih jauh diutarakan, dia memberi kepercayaan kepada pejabat di Bangli bukan karena kedekatan. Sebab, jika bicara masalah kedekatan, dia mengklaim semua pejabat dekat dengan dia selaku Bupati.

Apalagi birokrat di Bangli, menurutnya kenal baik dengan dirinya karena sebelumnya 10 tahun menjabat Wakil Bupati Bangli. “Semua pejabat dekat dengan saya,” dakunya.

Plt. Kepala BKD Bangli, Dewa Agung Suryadarma, menambahkan, dari sembilan jabatan yang dilelang, posisi jabatan Kadis BPBD dan Damkar Bangli menjadi incaran pelamar. Terbukti, sebanyak tujuh pelamar mengincar posisi tersebut.

Baca juga :  Update Kasus Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 50, Positif Melonjak 72 Orang

Sementara posisi kedua yang banyak dilirik adalah jabatan Sekwan yang dilamar lima pejabat. Selanjutnya posisi BKD, Bappeda, dan PU dengan masing-masing dilamar empat pejabat. Untuk posisi Kadisdukcapil dan Inspektorat dilamar masing-masing tiga orang.


“Posisi BPBD paling banyak pelamarnya. Kami tidak tahu kenapa BPBD itu banyak pelamarnya, mungkin karena musim bencana,” ujarnya menduga-duga.

Lebih lanjut dipaparkan, pengumuman diunggah melalui website. Dari 23 pelamar, sebanyak dua orang tidak lolos seleksi administrasi, yakni terhalang eselon, golongan dan aturan lelang jabatan.

“Setelah diumumkan hari ini (kemarin), tinggal melanjutkan proses uji asesmen di BKD Bali pada tanggal 5 dan 6 Januari,” tegasnya.

Tanggal 7 dan 8 Januari, imbuhnya, dilakukan wawancara dan presentasi selama dua hari oleh Tim Pansel. Selanjutnya tanggal 8 hasil diumumkan untuk kemudian dimintakan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Untuk pelantikan, kita menunggu rekomendasi KASN,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.