Bupati Dana Janji Segera Tertibkan Arak Gula, Sikapi Keluhan Produsen Arak Tradisional

  • Whatsapp
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: nad
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: nad

KARANGASEM – Arak gula hingga kini masih terus jadi persoalan di kalangan produsen arak tradisional di Karangasem. Kompetisi dengan arak gula membuat produsen arak tradisional mengeluh, karena berdampak pada penutupan pembuatan arak tradisional rumahan yang berlangsung sejak dulu. Menyikapi itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana, berjanji segera menertibkan arak gula.

Menurut Dana, adanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1/2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destilasi Khas Bali menjadi pijakannya segera turun untuk menertibkan produsen arak gula di Karangasem. “Dengan adanya Pergub itu, kami akan betul-betul menjalankan dengan baik,” sebutnya, ditemui Sabtu (1/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Dana, arak tradisional Bali merupakan salah satu warisan leluhur yang dilindungi melalui Pergub 1/2020 tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah karena sudah berlangsung turun-temurun. “Dalam Pergub itu kan sudah jelas, bahwa arak tradisional yang ditegaskan. Itu sudah menjadi acuan kami untuk mengerjakan apa yang harus kami kerjakan di Karangasem,” katanya.

Dia menilai isi dari Pergub itu cukup bagus dan lengkap. Saat ini tinggal bagaimana pihaknya di Karangasem untuk menyesuaikan dan mengikuti Pergub ini selanjutnya. Dia mendaku akan turun dengan Dinas Perdagangan dan juga dinas terkait untuk menertibkan produk arak gula, karena ingin menjaga keaslian arak di Karangasem.

Baca juga :  Perbekel Pejeng Kawan Dukung Bangkitnya Arak Tatiapi

Dana mengklaim sudah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti masalah ini agar tidak berlarut-larut, dan menimbulkan gejolak di kalangan produsen arak di Karangasem. Penertiban yang diagendakan itu dilakukan dalam bentuk pembinaan. “Keluhan itu sedang kami tindaklanjuti. Kami sudah membuat tim untuk menertibkan sama-sama, kami menekankan tradisional dan warisan leluhur ini,” jelas politisi PDIP asal Desa Datah itu.

“Menjalankan usaha silakan, tapi akan dibina dulu dan harus menggunakan hasil pertanian produk lokal Karangasem. Seperti tuak yang selama ini sebagai bahan dasar arak,” ucapnya menandaskan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.