Bupati Bangli Terbitkan SE, OTG Disepakati Jalani Isoter di Desa

  • Whatsapp
HUMAS GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist
HUMAS GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist

BANGLI – Menekan makin meluasnya penularan Covid-19, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 360/245/Kominfosan/2021 tentang Isolasi Terpusat Orang Tanpa Gejala (OTG) Terkonfirmasi Covid-19 di Desa. Sesuai SE tersebut, desa di Bangli diminta membuat isolasi terpusat (isoter) bagi OTG dengan memanfaatkan bangunan, rumah, atau fasilitas umum lain yang ada di wilayah setempat.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Kamis (12/8/2021), berujar ada kesepakatan Satgas Penanganan Covid-19 untuk membuat isoter di masing-masing desa. SE Bupati Bangli itu diterbitkan setelah Satgas Penanganan Covid-19 Bangli menggelar rapat di rumah jabatan Bupati, Selasa (10/8/2021).

Bacaan Lainnya

Semua OTG terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman), terangnya, harus ditempatkan di tempat isoter di Desa. Ada 10 ketentuan yang diatur dalam SE Bupati Bangli itu. Fasilitas yang digunakan untuk isoter di desa adalah bangunan, rumah warga, atau fasilitas umum lain yang menjadi milik desa.

“Rumah atau bangunan tempat isolasi terpusat diberi papan nama dengan ukuran proporsional, dibuat oleh Satgas Gotong Royong Desa dengan menggunakan anggaran desa adat. Papan terbuat dari triplek, dapat dipindahkan, serta penempatannya di depan rumah atau banggunan tempat isolasi terpusat,” ungkapnya.

Baca juga :  Spanduk Provokasi Lahan Pasar Gianyar Bertebaran, Pemasang Dinilai Pengecut dan Bikin Gaduh

Berikutnya, semua OTG diberi konsumsi berupa nasi kotak/bungkus yang disediakan pemerintah desa, dengan dibebankan kepada APBDes. Selain itu, selama menjalani isoter itu, warga juga mendapat satu paket sembako dari Pemkab melalui Dinas Sosial Kabupaten Bangli. Untuk perawatan, jelasnya, semua OTG yang melaksanakan isoter di desa mendapat pelayanan medis berupa cek kesehatan, konsultasi, pelayanan medis lainnya, dan swab PCR pada hari ke-10 oleh puskesmas setempat.

Pengawasan isoter di desa, ulasnya, dijalankan unsur Polres dan Kodim Bangli yang bertugas di desa setempat, pemerintah desa dan prajuru desa adat setempat, serta Satgas Gotong Royong Desa. Pemkab Bangli, urainya, melaksanakan pengawasan isoter melalui OPD dengan pola “Bapak Angkat”. Jika OTG yang menjalani isoter melanggar aturan isolasi dengan keluar lingkungan di desa atau pekarangan,yang bersangkutan wajib dievakuasi ke tempat isoter di Balai Diklat RSJ Provinsi Bali atau SKB Kayuambua. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.