POSMERDEKA.COM, BANGLI – Wacana penempatan armada pemadam kebakaran (damkar) di wilayah Kecamatan Kintamani mendapat respons positif dari Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Langkah ini menjadi perhatian serius menyusul dorongan dari dua anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa dan I Wayan Sutama, yang mempertanyakan kejelasan penempatan pos armada tersebut.
Desakan dari wakil rakyat tersebut didasari tingginya potensi dan kasus kebakaran di wilayah Kintamani. Terlebih, sepanjang bulan Agustus hingga pertengahan September saja, sedikitnya telah terjadi lima kasus kebakaran di kecamatan paling utara Kabupaten Bangli tersebut.
Menanggapi hal itu, Sedana Arta menilai merealisasikan penempatan armada damkar di Kintamani sebenarnya bukan sesuatu yang sulit. Ia mengungkapkan, wacana ini sejatinya sudah bergulir sejak lama. Hal tersebut bahkan ditandai dengan pembangunan pos damkar di kawasan Kantor Camat Kintamani pada masa pemerintahan Bupati I Made Gianyar, saat Sedana Arta masih menjabat sebagai Wakil Bupati. Namun, hingga kini penempatan fisik armada belum juga terealisasi.
“Saya setuju dengan hal itu (menempatkan armada damkar) dan mudah-mudahan dinas terkait bisa segera menindaklanjutinya,” ucapnya.
Bupati dua periode ini menambahkan, dia akan segera memanggil dinas terkait untuk memastikan kesiapan armada. Dia ingin mengecek langsung jumlah unit yang tersedia sekaligus memastikan kondisi kelaikan teknisnya. Kepastian ini penting, agar armada yang nantinya ditempatkan di Kintamani benar-benar dalam keadaan siap pakai sewaktu-waktu terjadi musibah, terutama di tengah kondisi kemarau panjang seperti saat ini.
Mengenai lokasi operasional pos, Sedana Arta menyebut ada beberapa alternatif aset milik pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan. Selain bangunan pos di Kantor Camat Kintamani, lokasi lain seperti Pasar Seni Geopark Batur atau fasilitas Pemkab lainnya juga memungkinkan untuk difungsikan.
Tidak hanya mengandalkan armada milik pemerintah daerah, dia menyebut Pemkab Bangli juga menjajaki pola sinergi dengan pihak Kementerian Kehutanan. Dia mengaku mendekati Kementerian Kehutanan untuk membantu penyediaan armada damkar khusus kawasan hutan. Selain penambahan armada, pembuatan embung-embung air di wilayah rawan juga dinilai penting sebagai langkah antisipasi dini.
“Mudah-mudahan sinergitas ini bisa terwujud. Misalnya ada dukungan satu armada damkar dari Kementerian, sekaligus bisa dibuatkan embung penampung air di sana,” pungkasnya. gia
























