POSMERDEKA.C0M – Atlet balap sepeda BMX Racing putri Indonesia Jasmine Azzahra Setyobudi menyumabangkan medali perunggu bagi Kontingen Indonesia pada pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Bertanding di Nagoya Velodrome BMX Race Cource, Aichi, Jepang, Senin (28/9/2026), Jasmine menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik. Medali emas diraih pebalap Jepang Sae Hatakeyama dengan waktu 33,401 detik, sedangkan perak menjadi milik Wanyi Liao dari China dengan waktu 34,500 detik.
“Persiapan Asian Games ini enggak panjang. Persiapan Jasmine karena ada beberapa kejadian, operasi, baru mulai pelatihan bulan April, baru sebulan pelatihan jatuh lagi, mulai lagi, jatuh lagi. Alhamdulillah sekarang bisa mempertahankan bronze medal,” kata Jasmine seusai perlombaan
Dalam babak kualifikasi, Jasmine tergabung di Heat 2 dan mampu mempertahankan posisi ketiga pada tiga kali kesempatan. Pada Moto 1, Jasmine mencatat waktu 35,339 detik untuk berada di posisi ketiga.
Ia kemudian memperbaiki catatannya menjadi 34,736 detik pada Moto 2, tetap di posisi ketiga. Pada Moto 3, Jasmine kembali membukukan waktu 34,862 detik dan mempertahankan posisi ketiga pada heat tersebut.
Dalam heat yang sama, rekan senegaranya, Amellya Nur Sifa, tampil impresif dengan menempati posisi kedua pada Moto 1 dan Moto 2 sebelum naik ke posisi pertama pada Moto 3.
Sifa mencatat waktu 34,886 detik pada Moto 1, kemudian memperbaikinya menjadi 34,492 detik pada Moto 2. Pada Moto 3, ia kembali mempertajam catatan waktunya menjadi 34,392 detik sekaligus menjadi yang tercepat di heat tersebut. “Tadi di Moto 1, satu Moto sama Sifa, tapi kita tetap main safe, kita harus masuk final dulu,” kata Jasmine.
“Waktu final Jasmine sama Sifa ini enggak bisa harus jadi satu start-nya, jadi memang harus dikasih space satu, tapi mungkin karena tadi Sifa pilih ketiga, dan Sifa pilihnya agak ke tengah, jadi Jasmine mau enggak mau harus di situ.”
Penampilan kedua pembalap Indonesia tersebut menunjukkan persaingan ketat di nomor BMX Racing putri. Jasmine akhirnya mengamankan medali perunggu pada hasil akhir dengan catatan 34,932 detik. “Alhamdulillah tapi perjuangannya luar biasa banget,” ujar Jasmine yang juga meraih medali perunggu BMX Racing putri pada Asian Games Hangzhou 2022.
Sementara itu, pada nomor putra, atlet balap sepeda Indonesia Rifki Fasya Ahsana menempati posisi keempat dengan waktu 32,980 detik.
Medali emas BMX Racing putra diraih Asuma Nakai dari Jepang dengan waktu 30,103 detik, diikuti Hyoga Kiuchi dari Jepang dengan 30,583 detik dan Haochao Lin dari China dengan 32,947 detik.
Di Luar Ekspektasi
Sementara itu, Pelatih BMX Racing Indonesia Ari Kristianto mengatakan medali perunggu yang diperoleh Jasmine Azzahra Setyobuddi di luar ekspektasi tim, mengingat persaingan dengan tuan rumah dan China yang dinilai berada di level berbeda.
“Di luar ekspektasi kita. Kita tahu bahwa tuan rumah sama China sudah beda kelas sama kita, tapi Alhamdulillah dengan hasil ini bisa buat kita bekerja keras,” kata Ari, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Ari mengatakan hasil tersebut juga menjadi capaian yang patut disyukuri karena tim sebelumnya menargetkan dapat mempertahankan medali emas yang diraih pada ajang sebelumnya di Hangzhou.
“Terakhir di Hangzhou kita dapat emas sama perunggu. Di sini sebenarnya target untuk mempertahankan emasnya, tapi kita tahu memang kita datang ke tempatnya tuan rumah. Jadi kita realistis, kita dapat medali,” ujar Ari.
Menurut Ari, tim pelatih berupaya membangun kepercayaan diri para atlet menjelang babak final. Setelah melalui beberapa tahapan perlombaan dengan kondisi yang masih diwarnai rasa gugup, para atlet diminta tampil lepas pada final.
“Yang Moto 1 sampai final tadi itu memang agak nervous. Terus kita sampaikan sama atlet-atlet bahwa ini adalah hari yang dinanti-nanti setelah kita beberapa bulan TC. Jadi pas final tadi kita main lepas saja, bukan tentang kita terakhir dapat emas atau perunggu, yang penting kita sekarang medali dulu,” kata Ari.
Untuk agenda berikutnya, Ari mengatakan Indonesia masih mempertimbangkan keikutsertaan pada World Cup BMX Racing di China. Tim kemungkinan akan lebih dulu menjalani masa transisi dan pemulihan kondisi atlet.
Ia menyebut Jasmine masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi setelah menjalani operasi pada Januari dan belum kembali pulih 100 persen. Sementara itu, atlet putra Rifki Fasya Ahsana juga masih mengalami cedera pada lutut dan pergelangan kaki.
Dengan kondisi tersebut, Ari menilai keberhasilan Rifki menembus babak final dan finis di posisi keempat sudah sesuai dengan harapan tim. “Rifki kondisinya juga kurang baik, ada cedera di lutut sama ankle sebelum kita berangkat ke sini. Jadi mungkin untuk Rifki itu untuk masuk keempat sudah luar biasa,” pungkas Ari. yes
























