Bupati Bangli Salurkan Bantuan Stimulan Korban Bencana

BUPATI Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, saat menyerahkan bantuan stimulan untuk korban bencana di Bangli secara simbolis, Kamis (16/11/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyerahkan bantuan stimulan untuk korban bencana di Bangli secara simbolis, dengan total bantuan 83 penerima, di ruang rapat kantor Bupati Bangli, Kamis (16/11/2023).

Bantuan dana sosial yang tidak direncanakan kepada masyarakat terdampak bencana akibat cuaca ekstrem, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kebakaran dengan nilai Rp3,27 miliar.

Read More

Dalam kesempatan itu, Sedana Arta menyampaikan Pemkab Bangli bersama jajaran berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Terlebih dalam situasi dan kondisi yang terkena bencana, baik oleh alam maupun non-alam. Pemkab melalui BPBD dan Damkar memberi bantuan.

“Ini memang program out of the box, keluar dari zona nyaman, tapi manfaatnya besar. Ketika ada masyarakat yang kena musibah, mereka akan sedih berlarut-larut, kita obati sesegera mungkin dengan memberi bantuan dana yang masuk ke rekening masing-masing di BPD Bali,” bebernya.

Dia juga berharap bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran, untuk meringankan beban masyarakat. Dengan begitu jangan sampai bantuan malah menimbulkan permasalahan hukum. “Ini yang harus kita hindari,” ajaknya.

Dia juga mengingatkan seluruh masyarakat Bangli jika mengalami musibah agar segera melapor ke kelian dinas/kepala lingkungan di wilayahnya agar bisa didata dan dilaporkan ke BPBD Bangli. Itu mempercepat proses pengkajian kebutuhan pascabencana turun ke lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana, melaporkan, penyerahan bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya untuk korban bencana, meliputi santunan kepada korban meninggal dunia Rp15 juta, menderita cacat fisik/mental Rp20 juta, luka berat Rp10 juta, penguatan ekonomi akibat bencana mendapat bantuan antara Rp1,5 juta sampai Rp5 juta.

Pemkab Bangli juga memberi bantuan perbaikan sarana dan prasarana perekonomian individu, perbaikan rumah masyarakat, perbaikan fasilitas umum sesuai dengan tingkat kerusakan yang ditinjau dan diverifikasi sebelumnya oleh tim kajian.

“Dari 85 yang diajukan ke Provinsi Bali, hanya 83 yang lolos, dua gugur karena tidak memenuhi syarat. Yakni jika diberikan bantuan rehab rumah, nanti akan sia-sia karena kondisi tanah labil. Kami sudah sarankan untuk pindah lokasi, tapi yang bersangkutan tidak punya lahan,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.