BANGLI – Menghadirkan keamanan dan kenyamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Polres Bangli melaksanakan Operasi Ketupat 2021 yang ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2021 di Lapangan Polres Bangli, Rabu (5/5/2021). Gelar pasukan ini dipimpin Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; dihadiri Kapolres AKBP IGA Dhana Aryawan; Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. Putu Suardana; dan para pengampu kepentingan. Pada kesempatan itu, Bupati mengajak dan mengimbau warganya untuk tidak mudik Lebaran.
Membacakan amanat Kapolri, Sedana Arta selaku Inspektur Upacara menyampaikan gelar pasukan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi. Baik dari aspek personel, sarana-prasarana, dan keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemda, dan mitra kamtibmas lainnya. Tujuan besarnya adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari bahaya Covid-19.
Peningkatan aktivitas masyarakat, jelasnya, akan terjadi dalam bentuk kegiatan ibadah dan kegiatan masyarakat di sentra-sentra ekonomi, destinasi pariwisata, serta kegiatan budaya seperti takbir keliling dan halal bi halal. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu Kapolri memerintah seluruh jajarannya meningkatkan upaya pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan, agar tidak terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif, seperti yang terjadi di negara lain.
Usai gelar pasukan, Sedana Arta berkata, menciptakan Idul Fitri yang aman, nyaman dan bebas dari Covid-19, dia mengajak seluruh masyarakat Bangli agar tidak melakukan mudik Lebaran. “Sesuai arahan Gubernur, ditemukan varian baru virus Covid-19. Untuk itu kami mengimbau seluruh masyarakat tetap berhati-hati dan jaga kesehatan dengan taat pada prokes,” ajaknya.
Kapolres Agung Dhana menambahkan, Operasi Ketupat akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Tujuannya mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan. Dalam menjalankan operasi ini, dia menyebut bersama instansi terkait, yakni TNI maupun pemerintah daerah, menyiapkan 320 personel gabungan.
“Dalam operasi ini kami telah menyiapkan empat pos pengamanan maupun pos penyekatan, dan anggota yang terlibat kami bagi sesuai tugasnya menempati pos pos tersebut,” katanya, yang usai gelar pasukan meninjau pos penyekatan di daerah Bunutin bersama Bupati dan Dandim Bangli. gia
























