Bupati Artha Minta Desa Adat Sosialisasikan 3M

  • Whatsapp
BUPATI Jembrana, I Putu Artha, saat menghadiri pengukuhan Bendesa Desa Adat Budeng, Rabu (7/10/2020). Foto: ist
BUPATI Jembrana, I Putu Artha, saat menghadiri pengukuhan Bendesa Desa Adat Budeng, Rabu (7/10/2020). Foto: ist

JEMBRANA – Seluruh bendesa adat, prajuru desa, dan tokoh-tokoh desa adat se-Kabupaten Jembrana diharapkan selalu menyosialisasikan 3M. Mengingat, Kabupaten Jembrana sudah mendapatkan penghargaan sebagai daerah terbaik dalam penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana, I Putu Artha, saat menghadiri Pengukuhan Bendesa Desa Adat Budeng, Desa Budeng, Kecamatan Jembrana di Madya Mandala Pura Puseh Desa Adat Budeng, Rabu (7/10/2020)

Bacaan Lainnya

Bupati Artha mengatakan, seluruh elemen terutama desa adat diharapkan selalu menyosialisasikan 3 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, dan menjaga jarak. Lantaran sampai saat ini pandemi Covid-19 masih sangat membahayakan, bahkan jumlah kasus positif dimasa tatanan kehidupan baru mengalami tren peningkatan. “Pemerintah Pusat telah memberikan Jembrana sebagai daerah dengan penanganan terbaik Covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Artha mengutarakan, sebagai bentuk daerah terbaik dalam penanganan Covid-19, Pemkab Jembrana sudah menerima penghargaan berupa dana insentif sebesar (DID) sebesar Rp14,9 miliar. Namun saat ini, peningkatan kasus masih terjadi. “Untuk itu, kami minta para bendesa adat se-Kabupaten Jembrana agar terus menggaungkan dan menyosialisasikan instruksi Pemerintah Pusat yakni penanganan 3M Covid-19,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Artha juga mengapresiasi terkait pemilihan bendesa yang dilakukan Desa Adat Budeng yang dilakukan melalui musyawarah mufakat dengan melibatkan pemucuk desa adat. “Saya sangat apresiasi terhadap pemilihan bendesa melalui musyawarah mufakat. Akan lebih baik dengan mengedepankan musyawarah mufakat dengan menyatukan segala perbedaan pendapat, dibandingkan dengan menggunakan sistem voting yang bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Sesuai dengan Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, pemilihan bendesa hendaknya mengedepankan musyawarah mufakat,” tegasnya. 024

Baca juga :  Pedagang Pasar Seni Sukawati Meriahkan HUT RI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.