Buntut Pemotongan Anggaran dari Pemprov Bali, Karangasem Kurangi Penampilan Seni di PKB

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa. Foto: ist
KEPALA Dinas Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa. Foto: ist

KARANGASEM – Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem kembali memangkas materi seni yang akan ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2021. Langkah ini terpaksa ditempuh lantaran anggaran dari Pemprov Bali dipotong dari nilai yang dijanjikan sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa, Minggu (18/4/2021) mengungkapkan, ada beberapa perubahan dari Pemprov Bali, sehingga instansinya juga mengubah skema awal yang disusun. Antara lain memangkas materi PKB yang akan ditampilkan, dari yang sebelumnya tujuh materi kesenian menjadi hanya lima materi kesenian. “Anggarannya kan semua dari Provinsi, nah itu ada perubahan,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Anggaran yang sebelumnya dijanjikan senilai Rp750 juta untuk Karangasem, sebutnya, kini dipangkas menjadi Rp500 juta. Hal ini lantaran adanya refocusing anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19. “Itu alasan kami mengurangi materi yang akan ditampilkan, karena keterbatasan anggaran,” jelasnya menegaskan.

Lima materi yang akan dikirim yakni gong kebyar dewasa, baleganjurgender anak-anak, mengukir dan tembang girang. Itu pun dia belum berani memastikan, karena dana belum ditransfer ke Pemkab Karangasem. Jika sudah ditransfer, barulah dia bisa memastikan. “Takut ada perubahan lagi,” sambungnya.

Untuk pawai yang sebelumnya dirancang ditampilkan di Taman Soekasada melalui virtual pun, kini batal digelar. Perubahan tersebut mengingat kegiatan pawai pembukaan hanya melibatkan Provinsi. Masing-masing kabupaten tidak ada pawai, semua diambil alih Provinsi.

Baca juga :  Jukung Tertabrak Perahu, Satu Orang Hilang

Kelima materi tersebut akan ditampilkan secara langsung di Taman Budaya Denpasar dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. “Hingga saat ini para seniman kami juga terus melakukan latihan mandiri,” tandasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.