Bumdes di Gianyar Diimbau Gunakan Gianyar Water

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar mengajak kepala desa/lurah dan kepala Badan Usaha Milik Desa di Gianyar mengunjungi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Banjar/Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Foto: adi
BUPATI Gianyar mengajak kepala desa/lurah dan kepala Badan Usaha Milik Desa di Gianyar mengunjungi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Banjar/Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Foto: adi

GIANYAR – Menjelang peluncuran Be Gianyar Mineral Water, kepala desa/lurah dan kepala Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Gianyar diundang ke pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Banjar/Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Sabtu (3/4/2021). Bumdes diimbau menggunakan dan menyalurkan produk lokal Be Gianyar Mineral Water yang menjadi unggulan daerah itu.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Made Sastra Kencana, Minggu (4/4), mengatakan, partisipasi Bumdes ini diyakini mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar. Dengan perkiraan pendapatan Rp6 miliar per tahun, setengahnya masuk PAD. “Targetnya bergantung jenis kemasan yang ingin dijual. Jika pabrik beroperasi untuk produksi kemasan mineral dengan 8 jam kerja, dan seluruh produk terkonsumsi di masyarakat, perkiraan profitnya sekitar 6 miliar. Kontribusi ke PAD sekitar 3,3 miliar,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Secara teknis, jelasnya, distribusi AMDK Gianyar ini akan dikelola Distributor Bumdes Bukian (CV BS Aman Mandiri) dan Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar. Sementara untuk produksi, pabrik AMDK Bukian dapat menghasilkan 300 galon air kemasan per jam, 160 boks air kemasan gelas 240 ml per jam, 12.000 air kemasan botol 330 ml per jam, 8.000 botol air kemasan 600 ml per jam, 5.000 botol air kemasan 1.500 ml per jam, 5.000 botol air kemasan beling 500 ml per jam, dan 4.000 botol air kemasan blowing. 

Baca juga :  Pemkot Denpasar Dorong Tercapainya Desa/Kelurahan Layak Anak

Selain menggenjot PAD, profit yang dihasilkan dari pabrik ini digunakan untuk menyubsidi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani. Mengingat pelanggan PAM TS ada sekitar 6.600 SR yang pakai 10 kubik atau Rp275 juta per bulan, sesuai keinginan Bupati akan digunakan subsidi rekeningnya dari Rp3,3 miliar tersebut melalui perda subsidi tarif. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.