Buku “Ogah-ogoh Mengajar dan Mendidik”, Belajar dengan Semangat dan Bahagia Bersama Konsep Merdeka Belajar

  • Whatsapp
BUKU berjudul “Ogah-ogoh Mengajar dan Mendidik” karya Putu Ayu Mertasari Pinatih, guru SMP PGRI 3 Denpasar. Foto: ist
BUKU berjudul “Ogah-ogoh Mengajar dan Mendidik” karya Putu Ayu Mertasari Pinatih, guru SMP PGRI 3 Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Pendidikan merupakan cara atau metode yang dilakukan untuk menghantarkan siswa mencapai tujuannya. Misalnya, seseorang yang berharap menjadi seorang pilot, maka orang tersebut harus mengikuti pendidikan penerbang. Pendidikan seharusnya dipandang sebagai objek, sedangkan siswa sudah sepatutnya ditempatkan sebagai subjek dari pendidikan.

Pendidikan hendaknya mengikuti kebutuhan dan kemampuan seorang siswa. Kemerdekaan belajar sangat tepat menjadi fundamental untuk mewujudkan pendidikan yang optimal bagi siswa, agar peserta didik bahagia dalam menempuh pendidikan. Seperti yang ditulis Putu Ayu Mertasari Pinatih, S.Pd., M.Pd., dalam bukunya berjudul “Ogah-ogoh Mengajar dan Mendidik” konsep Merdeka Belajar memberikan satuan pendidikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpihak kepada peserta didik.

Bacaan Lainnya

Menurut Ayu Pinatih yang berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 3 Denpasar, peserta didik sejatinya manusia yang penuh semangat dan cenderung tertarik untuk menemukan sesuatu yang baru. “Ketertarikan terhadap suatu hal yang baru ini tentunya harus didukung oleh adanya sumber belajar yang baik. Dengan adanya sumber belajar dan juga fasilitas yang memadai, siswa akan memiliki kesempatan untuk berimprovisasi dan bereksplorasi dengan lingkungan belajar untuk mengembangkan pola pikirnya menjadi lebih luas dan lebih maju,” terang Ayu Piantih dalam karyanya setebal 52 halaman.

Baca juga :  Serinah Kunjungi Karantina Pasien OTG Asal Karangasem

Berbagai potret pendidikan dari sudut pandang guru juga diulas dalam bukunya yang terdiri dari 12 bab. Profesi guru yang semestinya dipandang sebagai panggilan hati, dilema mendidik anak sendiri dibanding anak orang lain, hingga pandemi yang mengubah budaya mengajar diuraikan tuntas oleh wanita lulusan Undiksa Singaraja itu. Tulisan-tulisannya banyak datang dari pengalaman dan pengamatan yang dilakukan Ayu Pinatih selama menjadi pendidik.

Ayu Pinatih juga menjelaskan kemirisannya terhadap guru-guru yang masih ogah-ogahan dalam mengajar, tidak mau mengikuti perkembangan teknologi, dan kurang dalam meningkatkan kemampuan diri. ‘’Saya merasa masih ada guru yang ogah-ogahan dalam mengajar, tidak mau mengikuti perkembangan teknologi, dan kurang dalam meningkatkan kemampuan diri,’’ katanya.

Adanya ketimpangan pemahaman antara pemerintah daerah dengan Menteri Pendidikan, menurut dia, menjadi menarik untuk diulas. Kata dia, masih ada guru sekadar memberi teori dan tes, tanpa mengetahui lebih dalam pemahaman siswa dengan pelajaran yang diberikan.

Harusnya guru menjadi role model bagi siswa dan juga menjadi motivator bagi siswa. Guru juga hendaknya memberikan gambaran pengaplikasian pengetahuan yang diajarkan dalam kehidupan nyata. ‘’Banyak topik mengangkat permasalahan dan tantangan yang dihadapi guru, siswa, orang tua, juga pemerintah. Terkumpulan menjadi 12 bab buku yang saya tulis,’’ ucap perempuan kelahiran Tabanan.

Melalui bukunya, Ayu Pinatih mengajak guru-guru untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat dalam mewujudkan Merdeka Belajar. “Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi suluh perubahan dalam memperbaiki dunia pendidikan,” harap Ayu Mertasari Pinatih.

Baca juga :  SMPN 10 Denpasar Loloskan Dua Siswa ke KSN 2020, Bukti Konsistensi dan Peningkatan Prestasi

Buku “Ogah-ogoh Mengajar dan Mendidik” diluncurkan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara; dan Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, secara virtual pada Minggu (22/8/2021). Wali Kota Jaya Negara berharap buku tersebut dapat menginspirasi guru lainnya guna menjadi agen perubuhan menuju pendidikan yang lebih baik.

Acara peluncurkan buku tersebut merupakan bagian dari pagelaran pentas seni virtual siswa yang diadakan SMP PGRI 3 Denpasar dalam memeriahkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.