Buka di Luar Jam Operasional, Sejumlah Toko dan Warung di Buleleng Disidak

  • Whatsapp
PETUGAS Satpol PP Buleleng melakukan sidak ke sejumlah toko modern dan warung yang masih buka di luar jam operasional pada Selasa (14/4) malam. Foto: ist
PETUGAS Satpol PP Buleleng melakukan sidak ke sejumlah toko modern dan warung yang masih buka di luar jam operasional pada Selasa (14/4) malam. Foto: ist

BULELENG – Sejumlah toko modern di wilayah Kota Singaraja yang masih membandel karena membuka diluar jam operasional sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng No. 08/Satgas Covid19/III/2020 tentang pembatasan jam operasional toko modern dan warung ditengah pandemi Covid-19, disidak oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng pada Selasa (14/4/2020) malam.

Sidak ini dilakukan untuk memantau sejumlah toko dan warung yang masih beroperasi diluar jam operasional. Waktu operasi toko, warung termasuk pasar yakni dari pukul 08.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA. Sejak SE Bupati Buleleng diterbitkan, Satpol PP Buleleng langsung bergerak cepat untuk menginformasikan SE tersebut kepada toko dan warung yang masih buka setelah jam operasional.

Baca juga :  UPUB Kendaraan Bermotor Dishub Gianyar Raih Akreditasi B

Dari hasil pemantauan setelah 2 minggu berjalan, petugas Satpol PP Buleleng menemukan masih banyak toko dan warung yang membandel. Untuk itu, Satpol PP mengambil tindakan tegas terhadap toko dan warung yang masih membandel, yang diawali memberikan surat teguran serta pernyataan yang ditandatangani pemilik toko.

Kepala Satpol (Kasatpol) PP Buleleng, Putu Artawan, mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Buleleng. Saat ini terhadap toko dan warung yang masih membandel hanya diberikan peringatan, namun kedepan jika masih membandel diberikan tindakan tegas. “Awalnya diberikan surat teguran, jika masih melanggar kami akan melakukan tutup paksa,” kata Artawan, Rabu (15/4).

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyegelan terhadap usaha toko maupun warung jika kedapatan secara terus-menerus melakukan pelanggaran. “Dalam surat teguran itu ada pernyataan yang telah mereka tanda tangani. Jika masih tetap melanggar, maka usahanya akan disegel bahkan izinnya bisa dicabut. Kami terus melakukan pemantauan selama SE itu masih berlaku,” tegas Artawan.

Baca juga :  Petakan Kesiapan Protokol Kesehatan, KPU Bali Siapkan Simulasi di TPS

Melalui tindakan ini diharapkan mampu memberikan efek jera kepada pemilik toko dan warung yang kerap membandel. Ketika disinggung dasar dari tindakan penyegelan itu, Artawan berkilah pihaknya hanya mengamankan kebijakan Bupati Buleleng yang tertuang dalam Surat Edaran tersebut.”Yang namanya surat edaran memang tidak ada sanksi, tapi dalam situasi yang seperti ini mau tidak mau kami harus tegas. Sanksi penyegelan hanya pakai gembok bukan melalui persidangan karena sanksi berupa administrasi. Kami juga akan pantau warga yang kumpul-kumpul di tempat keramaian,” pungkas Artawan. 018

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.