BPD Bali Siapkan Pembiayaan Hijau Perkuat Transportasi Tri Hita

DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, saat menerima kunjungan Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudarma di Kantor Pusat Bank BPD Bali, Renon, Denpasar, Rabu (11/2/2026). Foto: ist
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, saat menerima kunjungan Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudarma di Kantor Pusat Bank BPD Bali, Renon, Denpasar, Rabu (11/2/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Komitmen transformasi ekonomi hijau di Bali semakin konkret. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan dukungan penuh terhadap program penggantian transportasi berbasis bahan bakar fosil menuju kendaraan listrik. Dukungan itu disampaikan saat menerima Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, di Kantor Pusat Bank BPD Bali, Renon, Denpasar, Rabu (11/2/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum sinergi antara gagasan transformasi energi bersih dan dukungan pembiayaan konkret dari perbankan daerah. Keduanya membahas peran strategis sektor perbankan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya untuk sektor transportasi wisata berbasis konsep Tri Hita yang diterapkan di desa adat.

Read More

Nyoman Sudharma menegaskan, langkah ini sejalan dengan arah transformasi ekonomi Bali berbasis kerakyatan dan keberlanjutan lingkungan. Dalam dunia perbankan, dukungan tersebut masuk dalam skema pembiayaan hijau, yakni pembiayaan untuk sektor-sektor ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik. Ia menyebut pembiayaan hijau bukan sekadar tren global, tetapi kewajiban lembaga keuangan yang bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan, sekaligus sejalan dengan program OJK terkait rencana aksi iklim berkelanjutan.

BPD Bali, kata dia, bahkan telah memiliki program hijau dan lestari sejak sebelum pandemi Covid-19. Jika sebelumnya lebih banyak menyasar kebutuhan rumah tangga, kini pembiayaan diarahkan lebih masif ke sektor produktif, terutama transportasi wisata. Langkah ini dinilai krusial karena transportasi wisata menjadi salah satu penyumbang emisi signifikan di Bali. Konversi ke kendaraan listrik diharapkan menekan polusi sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata hijau kelas dunia.

Namun ia mengakui, kepercayaan pelaku usaha transportasi menjadi kunci. Pengguna kendaraan listrik akan mempertimbangkan layanan purna jual, standar perawatan, hingga jaminan penggantian baterai. Faktor-faktor tersebut menjadi nilai tambah yang menentukan minat adopsi.

Dukungan regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali juga memperkuat daya tarik kendaraan listrik, terutama melalui insentif pajak yang membuat biaya kepemilikan lebih kompetitif dibanding kendaraan konvensional.

Terkait infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pengembangannya dinilai perlu dilakukan bertahap dan sesuai kebutuhan. Nyoman Sudharma membuka peluang penyediaan fasilitas pengisian daya di kantor pemerintah maupun kantor BPD Bali. Bahkan, gedung baru BPD Bali yang sedang dibangun telah memasukkan desain penyediaan SPKLU sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap energi bersih.

Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, menyampaikan apresiasi atas dukungan BPD Bali. Menurutnya, transformasi tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, perbankan, dan masyarakat. Dukungan pembiayaan hijau akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Bali secara terstruktur.

Ia menegaskan perusahaannya tidak hanya menawarkan kendaraan listrik, tetapi juga ekosistem pendukung berupa layanan purna jual, jaminan baterai, serta sistem manajemen armada terintegrasi. Tujuannya memastikan pelaku usaha transportasi wisata merasa aman dan memiliki kepastian layanan.

Made Sudiana menilai Bali memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. Jika Bali sukses mentransformasi transportasi wisata ke listrik secara masif, model tersebut dapat menjadi contoh nasional bahkan internasional.

Pertemuan ini menunjukkan kesamaan visi antara perbankan dan industri energi bersih. BPD Bali memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif terhadap isu global, sementara PT Sentrik Persada Nusantara mendorong implementasi di lapangan secara kolaboratif.

Transformasi transportasi listrik di Bali memang menyentuh aspek regulasi, pembiayaan, infrastruktur, hingga perubahan perilaku. Namun dengan pembiayaan hijau yang terarah, insentif pajak, dan pengembangan SPKLU, optimisme menuju Bali bersih dan berkelanjutan semakin menemukan pijakan nyata. nan

kampungbet

link gacor

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.