POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Menandai capaian 100 hari kerja kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi meluncurkan program fasilitasi permodalan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Peserta Pemagangan Luar Negeri (PPLN), Sabtu (31/5/2025), di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana.
Program ini menjadi salah satu dari 24 program unggulan prioritas yang diusung pasangan Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati IGN Patriana Krisna (Bang Ipat).
Program tersebut diluncurkan secara resmi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali), sebagai bentuk sinergi lintas institusi untuk mendukung pemberdayaan tenaga kerja asal Jembrana.
“Program ini hadir sebagai solusi dana talangan bagi anak-anak muda Jembrana yang ingin bekerja ke luar negeri. Cukup menunjukkan job letter, mereka akan langsung difasilitasi oleh Bank BPD Bali, tanpa bunga dan tanpa jaminan,” ujar Bupati Kembang Hartawan.
Penandatanganan awal MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kredit ini telah dilakukan lebih dulu di Kantor Pusat Bank BPD Bali, Renon, Denpasar, pada 27 Mei 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kredit PT Bank BPD Bali, I Made Lestara, mewakili pihak bank menandatangani nota kesepahaman bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Made Lestara merupakan salah satu figur penting di jajaran manajemen Bank BPD Bali yang memiliki peran strategis dalam merancang skema pembiayaan inklusif, khususnya untuk sektor tenaga kerja dan usaha mikro.
Dalam sambutannya saat penandatanganan MoU, I Made Lestara, menyampaikan bahwa program kredit subsidi ini sejalan dengan komitmen BPD Bali untuk mendorong inklusi keuangan, serta mendukung visi pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
‘’Bank BPD Bali melihat potensi besar tenaga kerja asal Jembrana yang siap bersaing di luar negeri, namun masih banyak yang terkendala biaya. Inilah yang kami tangkap sebagai peluang kolaborasi strategis bersama Pemkab Jembrana,’’ jelas Lestara.
Ia menambahkan bahwa program ini ditujukan khusus bagi pekerja migran dan peserta pemagangan luar negeri yang akan berangkat untuk pertama kali. Pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp50 juta hingga Rp100 juta per orang, dengan jangka waktu maksimal 12 bulan. Pemerintah Kabupaten Jembrana menanggung subsidi bunga sepenuhnya sehingga peserta tidak dikenakan bunga dan tanpa agunan (collateral).
Peluncuran program ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis kredit subsidi kepada enam calon PMI asal Jembrana yang telah lolos tahap pre-screening. Mereka adalah I Made Juli Pramana Putra (Desa Asahduren, Pekutatan), I Putu Ardiyana Putra (Desa Yehembang Kauh, Mendoyo), Pande Gede Srimaya Putra (Desa Batuagung, Jembrana), Riko Efendi Satriawan (Banjar Ketapang, Negara), Dewa Dode Yogi Darma Putra (Desa Dangin Tukadaya, Jembrana), dan I Putu Redi Januarta (Desa Berangbang, Negara).
Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa tingginya minat generasi muda Jembrana untuk bekerja ke luar negeri harus diimbangi dengan pembinaan dan orientasi jangka panjang. ‘’Kami harap setelah pulang, mereka tidak hanya membawa uang, tapi juga pengalaman dan etos kerja yang bisa membangun Jembrana,’’ tegasnya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan PT Bank BPD Bali, I Wayan Sutela Negara, yang turut hadir dalam peluncuran menambahkan bahwa program ini merupakan terobosan konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang adil dan mudah. ‘’Kami berkomitmen mendukung penuh implementasi program ini sebagai bagian dari peran Bank BPD Bali dalam membangun daerah,” tandas Sutela.
Dengan peluncuran program ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing SDM lokal di tingkat global, sembari memperluas peluang ekonomi bagi keluarga dan komunitas di kampung halaman. nan























