BP Jamsostek Optimalkan Sasar Peserta dari Sektor Informal

  • Whatsapp
Foto: MOHAMAD IRFAN Mohamad Irfan. Foto: ist
Foto: MOHAMAD IRFAN Mohamad Irfan. Foto: ist

DENPASAR – Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kacab Bali Denpasar, Mohamad Irfan, mengatakan, sampai saat ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kacab Bali Denpasar untuk kategori pekerja formal atau pekerja penerima upah (PU) sudah di atas 98 persen. Sementara kategori informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU) tercatat 50 persen lebih belum menjadi peserta.

“Bukan angka, tapi target kami ke depan adalah optimalisasi perlindungan jaminan sosial pada semua sektor,” kata Mohamad Irfan di sela-sela Sosialisasi Program Bukan Penerima Upah (BPU) di Denpasar, Jumat (10/7) lalu.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, adapun program BP Jamsostek bagi pekerja BPU di antaranya ada program jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan hari tua (JHT). BP Jamsostek ke depan akan fokus memberikan perlindungan kepada peserta informal atau pekerja BPU yang cakupan kepesertaannya antara yang sudah dan belum menjadi peserta terjadi gap yang tinggi. Untuk itu, pihaknya melakukan upaya secara terus-menerus di antaranya dengan kegiatan sosialisasi.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, BP Jamsostek fokus memberikan pelayanan kepada peserta. BP Jamsostek memberikan layanan khusus yang dinamakan “Lapak Asik” (Pelayanan Tanpa Kontak Fisik). Pada layanan ini terdapat tiga kanal/jalur pilihan bagi peserta yang mau mengambil tabungan JHT.

Baca juga :  Satgas Preventif Pamobvit Sambangi Desa Budaya Kertalangu, Ini Yang Diingatkan

Pertama, jalur antrean online (daring), dimana peserta bisa memilih pengambilan JHT di kantor manapun dengan memenuhi berkas-berkas persyaratan. “Tanpa kontak fisik melalui teknologi online, jika persyaratan berkas sudah terpenuhi kemudian kami transfer uangnya ke peserta,” ujar Irfan.

Jalur kedua adalah offline, yaitu peserta datang langsung ke kantor BP Jamsostek dengan menyerahkan berkas-berkas, dan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan. Yang ketiga adalah secara kolektif melalui perusahaan bersangkutan.

Irfan mengatakan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak signifikan terhadap dunia perekonomian, di mana beberapa perusahaan terpaksa mem-PHK karyawannya dan ada pula karyawan yang berhenti bekerja secara mandiri. Otomatis para pekerja tersebut yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan kehilangan penghasilan dan satu-satunya penghasilan mereka ada di tabungan BP Jamsostek. Ia menerangkan, hingga Juni 2020 pengajuan klaim tabungan JHT yang sudah dibayarkan sekitar Rp218 miliar dengan 19 ribu peserta. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.