Bertambah 3 Orang, Total 114 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal Dunia

  • Whatsapp
JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai. foto: ist

DENPASAR – Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Denpasar kembali bertambah. Tiga orang pasien yang terpapar virus Corona di Ibu Kota Provinsi Bali ini dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (7/1/2021). Dengan pertambahan tersebut, total jumlah kasus Covid-19 meninggal kini mencapai 114 orang.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar menunjukkan tren yang meningkat dalam dua minggu terakhir.

Bacaan Lainnya

“Seperti halnya pada Kamis (7/1/2021), kasus sembuh Covid-19 di Denpasar bertambah 45 orang dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 69 orang, sedangkan kasus meninggal bertambah 3 orang,” ujarnya.

Adapun kasus meninggal dunia tersebut, yang pertama, laki-laki usia 53 tahun yang berdomisili di Kelurahan Pemecutan. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 1 Januari 2021 dan meninggal pada 7 Januari 2021.

Pasien kedua seorang laki-laki usia 41 tahun berdomisili di Desa Padangsambian Kaja. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 4 Januari 2021 dan meninggal pada 7 Januari 2021. Pasien ketiga, laki-laki usia 39 tahun berdomisili di Desa Peguyangan Kaja. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 5 Januari 2021 dan meninggal pada 7 Januari 2021.

Baca juga :  Warga Sukawati Padati Pasar Gotong Royong

Terkait penambahan kasus positif sebanyak 69 orang, kata Dewa Rai tersebar di 28 wilayah desa/kelurahan. Lonjakan kasus tertinggi terjadi di Desa Ubung Kaja yang mencatatkan penambahan 12 orang. Kelurahan Sesetan mencatatkan penambahan 9 orang.

Kemudian Desa Pemogan mencatatkan penambahan 5 orang. Desa Pemecutan Kelod, Kelurahan Pedungan, Kelurahan Tonja, Desa Pemecutan Kaja, dan Desa Sidakarya mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing 3 orang.

“Selain itu, sebanyak delapan desa/kelurahan mencatatkan penambahan kasus 2 orang, dan sebanyak 12 desa/kelurahan mencatatkan penambahan kasus 1 orang. Sedangkan 22 desa/kelurahan lainnya nihil penambahan kasus positif,” ungkap Dewa Rai.

Dikatakan, Satgas tetap memberikan perhatian serius bagi wilayah desa/kelurahan yang kasusnya cukup tinggi. Berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien, dan mencegah kematian.

“Bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius lewat pendampingan yang dikoordinasikan oleh Camat. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan Mobil Calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu,” katanya.

Dewa Rai mengajak masyarakat Denpasar untuk bersama-sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah. Mengingat klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi dalam kasus penularan virus tersebut. “Hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

Baca juga :  RSUP Sanglah Rawat 12 Pasien dalam Pengawasan

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar saat ini tercatat 5.070 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 4.616 orang (91,05 persen) sudah sembuh, meninggal dunia sebanyak 114 orang (2,25 persen), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 340 orang (6,70 persen).

Guna menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan prokes. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.