Berdamai dengan Corona, NTB Luncurkan Gerakan Mobil Masker

  • Whatsapp
GUBERNUR Zulkieflimansyah saat meluncurkan Gerakan Mobil Masker di hadapan Kepala BNPB Letjen TNI Ganef Warsito, Jumat (12/11/2021). Foto: ist
GUBERNUR Zulkieflimansyah saat meluncurkan Gerakan Mobil Masker di hadapan Kepala BNPB Letjen TNI Ganef Warsito, Jumat (12/11/2021). Foto: ist

MATARAM – Pemprov NTB meluncurkan Gerakan Mobil Masker. Langkah ini, merupakan upaya Pemprov NTB guna memastikan wilayah NTB tetap nyaman dan aman. Terlebih, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dunia.

Di hadapan Kepala BNPB, Letjen TNI Ganef Warsito, yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, pandemi Covid-19 akan terus menjadi ancaman bagi daerah manapun. Termasuk Provinsi NTB. 

Bacaan Lainnya

Namun, harus ada terobosan yang dilakukan untuk berdamai dengan situasi tersebut. “Insya Allah, kami menyakini selalu ada hikmah dibalik musibah. Dan juga akan ada cahaya di ujung terowongan. Jadi, ketika ada sosial safety net dari pemerintah, NTB termasuk salah satu provinsi yang berani menapaki jalan yang tidak biasa,” tegas GubernurZulkieflimansyah saat menyampaikan sambutannya pada peluncuran Gerakan Mobil Masker untuk masyarakat NTB di depan Pendopo Gubernur setempat, Jumat (12/11/2021).

Bang Zul—sapaan arkabnya menegaskan bahwa NTB merupakan salah satu provinsi yang betul-betul mencoba mencerna dan menginternalisasi apa yang diinginkan Presiden.  “Sejak awal pandemi ini Pak Jokowi selalu wanti-wanti. Yakni, di satu sisi kita harus berkonsentrasi pada persoalan kesehatan dan pengendalian pandemi.  Tapi yang lebih penting dan tidak kalah serius adalah jangan sampai ekonomi kita mati. Karena kalau sampai ekonomi kita mati maka kita akan menghadapi persoalan lain yang tidak kalah dibanding dengan pandemi itu sendiri,” jelas Bang Zul. 

Baca juga :  Puluhan Tahun Tak Memiliki Kantor, Gubernur Koster Wujudkan Mimpi MDA Tabanan

Bang Zul mendaku, Pemprov NTB tidak memberikan uang tunai kepada masyarakat sebagai bantuan. Sebab, jika hal itu dilakukan akan menimbulkan kegaduhan. ‘’Dari hasil analisa, kami menyimpulkan, kalau dikasi uang tunai biasanya tidak habis untuk beli kebutuhan utama, tetapi untuk membeli barang konsumtif. Karena hal-hal ini ada peluang membagi kepada masyarakat untuk memanfaatkan komoditas lokal,’’ tegasnya.

Bang Zul yang pernah anggota DPR RI tiga periode ini juga menyebut sebelum mengambil kebijakan ini, pihaknya terlebih dahulu berdiskusi dengan Polri, Kejaksaan dan TNI untuk menyamakan persepsi bahwa masyarakat  bisa melakukan sosial distancing, physical distancing. Namun harus ada kesibukan di rumah.

“Jadi Alhamdulillah selama tiga bulan itu UKM kita yang berkontribusi terhadap sosial net itu hampir 5000-an. Ikan yang tadinya tak ada nilainya, tetapi setelah diolah jadi ikan kering, dibeli oleh kita lalu didistribusikan kepada masyarakat. Bahkan pada produk-produk canggih yang sangat dibutuhkan seperti masker, hand sanitizer, sabun bahkan alat rapid antigen pun hingga motor listrik bisa kita bikin,” jelas Bang Zul.

Orang nomor satu di NTB ini mengambil kebijakan seperti itu, karena ada biaya pembelajaran (cost of learning). Karena itu Pemprov NTB berharap Kepala BPNPB untuk memerioritaskan produk-produk lokal. “Kalau masker dan hand sanitizer itu produknya kan bukan hal baru. Masker UKM-UKM kita bisa bikin. Saya bisa membayangkan kalau sejuta yang dihadiahkan Kepala BNPB ini itu masker lokal, UKM kita langsung hidup, anaknya bisa sekolah, ada keceriaan diwajahnya dan akan ada cahaya di ujung terowongan,” tandas Bang Zul. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.