POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Bareskrim Polri menggerebek pabrik narkoba di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada pekan lalu. Yang bikin sangat waswas, tak hanya orang dewasa, para pelaku juga disebut membuat narkoba dalam bentuk minuman dengan kemasan bergambar menarik, untuk menyasar konsumen anak-anak.
“Untuk mengantisipasi jangan sampai barang itu masuk ke Bali, kami mendesak aparat kepolisian untuk memberi atensi lebih pada kasus narkoba ini, terutama yang menyasar anak-anak,” seru Ketua DPRD Bali, I Dewa Made Mahayadnya, Rabu (18/12/2024).
Dewa Jack, sapaan karibnya, melontarkan desakan itu setelah menonton satu video viral di media sosial Tiktok. Dalam video di akun @leman.rasadurian itu, terdapat narasi Direktorat Narkoba Mabes Polri menggerebek rumah yang dijadikan laboratorium atau pabrik narkoba di Podomoro Park, Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (11/12/2024). Dalam penggeledahan ditemukan banyak barang bukti berupa alat produksi dan narkoba siap edar.
Terlihat juga salah satu pelaku duduk dalam posisi tangan di belakang diikat tali tais, menonton para polisi memeriksa barang bukti di salah satu kamar. Narkoba yang dibuat di sini disebut berupa cairan vape, serbuk happy water, dan masih banyak lagi.
Yang paling mengerikan adalah adanya minuman perasa anggur putih teh hijau kemasan untuk anak-anak dengan merek Jus Tea. Bungkusnya warna merah muda, berisi tulisan “fly till the end” (terbang sampai selesai), dengan gambar anak-anak berekspresi gembira menyantap buah anggur hijau.
Menurut Dewa Jack, narkoba konvensional saja sangat berbahaya, apalagi jika ada yang khusus menyasar anak-anak. “Anak-anak kita mana bisa bedakan mana narkoba atau minuman biasa, apalagi kemasannya dibuat menarik. Ini peringatan keras untuk kita semua di Bali, terutama untuk rekan-rekan di jajaran kepolisian dan BNN, agar lebih waspada dalam pencegahan,” pinta politisi PDIP itu.
Lebih jauh disampaikan, sindikat narkoba memang jeli melihat peluang pasar. Salah satunya dengan membuat narkoba berbentuk minuman manis, yang patut diduga menyasar anak-anak. Ketika anak-anak sudah kecanduan, sebutnya, satu generasi bisa dirusak tanpa mereka sadari.
“Bali tidak lagi pasar, bahkan sudah dijadikan lokasi produsen oleh sindikat narkoba. Tidak bisa menimpakan kepada aparat saja, kita semua harus bekerja sama, bergerak memberantas peredaran narkoba di Bali,” ajaknya.
Disinggung dalam bentuk apa DPRD Bali akan membantu aparat menyikapi temuan ini, dia menyatakan dalam bentuk apa saja sepanjang tidak melanggar aturan hukum. Jika memang polisi perlu peralatan, DPRD bisa saja menganggarkan. Bila sampai harus membentuk satgas khusus misalnya, legislatif juga siap memfasilitasi demi keselamatan masyarakat dan generasi muda Bali.
“Jika memungkinkan, kami akan audiensi dengan Kapolda Bali dan BNN Provinsi untuk membahas persoalan ini. Narkoba itu kejahatan luar biasa, kita tidak bisa hanya menggunakan cara lama. Harus dengan cara luar biasa juga,” tegasnya.
Selain mengingatkan orangtua untuk tetap mengawasi anak-anak mereka, Dewa Jack juga minta kepada pihak sekolah turut membantu pengawasan jajanan anak-anak di sekitar sekolah. “Sekali lagi, kita tidak bisa membebankan kepada aparat saja untuk memberantas. Peran serta kita semua sangat menentukan bagaimana jalannya perang terhadap narkoba ini,” lugasnya menandaskan. hen
























