POSMERDEKA.COM, TABANAN – Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bali, kini mulai beralih dari sebuah kawasan wisata rekreasi alam terbuka menjadi kawasan wisata edukasi di alam terbuka. Melalui program terbaru, yaitu berbagai kelas edukasi yang dimulai dari kelas edukasi sukulen, kelas edukasi begonia, dan juga kelas edukasi anggrek.
General Manager Kebun Raya Bali, Tito Triputra, menyebut pihak pengelola menawarkan program ini untuk menunaikan komitmen dalam salah satu fungsi utama kebun raya, yaitu edukasi. “Pengunjung bisa memilih beberapa paket kelas edukasi yang telah disediakan,” ungkapnya.
Kelas edukasi di Kebun Raya Bali ini, lanjutnya, selain bertujuan untuk meningkatkan tingkat kunjungan, juga mengenalkan kepada para pengunjung tentang berbagai macam jenis flora unik yang terdapat di Kebun Raya Bali. Selain itu pengunjung juga agar dapat mendukung kelestarian tanaman tersebut, baik itu di rumah maupun di lingkungan kerja.
“Dalam kelas edukasi ini, pengunjung akan diajarkan ilmu-ilmu dasar mengenai tanaman yang dipilih, dan juga tentang cara memperbanyak dan merawat tanaman tersebut. Pada akhir kegiatan, pengunjung dapat membawa pulang tanaman yang jadi objek edukasi tersebut, sehingga pengunjung dipastikan akan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan, dan mengenal tanaman di alam terbuka,” ujar Tito.
Menurutnya, program kelas edukasi ini sengaja diadakan agar pengunjung bisa mendapatkan value lebih ketika sedang berkunjung ke Kebun Raya Bali.
Dia mencontohkan kelas edukasi yang baru saja dilaksanakan oleh rombongan dari SMAK BPK Penabur Banda Bandung, sebanyak 33 murid mendapatkan ilmu baru dan juga langsung melakukan praktik, baik itu cara memperbanyak tanaman dan juga tentang menanam tanaman hingga merawat tanaman dengan baik dan benar.
“Kelas edukasi yang diikuti oleh rombongan SMAK BPK Penabur ini adalah kelas edukasi sukulen, atau lebih sering dikenal dengan kaktus. Para pengunjung dapat mengikuti kelas edukasi dengan biaya mulai dari Rp75.000 per orang, dan juga sudah bisa membawa pulang tanaman, sesuai dengan kelas yang dipilih,” jelasnya. gap
























