Bawaslu Tabanan Dorong Keaktifan Masyarakat Awasi Pemilu

  • Whatsapp
BAWASLU Tabanan menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan, beberapa waktu lalu. Foto: ist
BAWASLU Tabanan menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan, beberapa waktu lalu. Foto: ist

TABANAN – Bawaslu Tabanan menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat di Tabanan, beberapa waktu lalu. Sosialisasi dihadiri 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perbekel, ORARI, pengurus OSIS SMKN Selemadeg Timur, SMAN 1 Selemadeg, dan SMAN 1 Pupuan. Juga karang taruna, kelompok simatri, pekaseh, kelompok nelayan, ketua PKK, serta Asosiasi BPD Selemadeg Raya dan Pupuan. Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada.

“Bicara kualitas pemilu, harus ada partisipasi masyarakat. Bawaslu berusaha memperluas makna partisipasi politik, tidak terbatas pada saat kita mendatangi TPS, tapi masyarakat harus secara aktif ikut mengawal setiap proses tahapan pemilu,” kata Rumada.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, sebagai salah satu narasumber sosialisasi berujar, partisipatif sejatinya bentuk dorongan kepada masyarakat untuk ikut serta mengawasi pemilu. “Ketika masyarakat melihat ada kecurangan dalam pencoblosan maupun proses penghitungan suara, bisa melaporkan kepada pengawas pemilu terdekat,” ajaknya.

Pengawasan partisipatif, lanjutnya, pada dasarnya merupakan kegiatan sukarela yang dilakukan masyarakat, baik individu maupun lembaga ataupun kelompok. “Jadi, tujuan utama pengawasan partisipatif adalah memastikan pemilu yang luber dan jurdil, baik individu maupun lembaga,” tegas Ariyani.

Kordiv Pengawasan, Humas, Hubal Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, menambahkan, kehadiran pengawas pemilu partisipatif tidak bisa lepas dari sejarah perjalanan pemilu di Indonesia. Berangkat dari cita-cita Bawaslu mewujudkan pemilihan yang jujur dan adil, jelasnya, maka Bawaslu membentuk Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), dengan menjaring generasi muda untuk ikut serta mengawasi jalannya pesta demokrasi.

Baca juga :  Dihadiri Gubernur Koster dan Wawali Arya Wibawa, De Gajah Dilantik Jadi Ketum Pertina Bali

“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat Tabanan, terutama generasi muda, serta kelompok-kelompok yang hadir ini untuk ikut serta mengawasi pemilu sebagai pengawas partisipatif. Caranya dengan mengedepankan pencegahan,” seru mantan anggota KPU Tabanan tersebut.

Sementara Kordiv Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Tabanan, I Gede Putu Suarnata, berkata, dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, pengurus desa maupun asosiasi BPD kecamatan diingatkan tidak ikut serta dalam kontestasi politik dengan mendukung salah satu pasangan calon. Bawaslu disebut selalu mengedepankan pencegahan sebelum melakukan penindakan terhadap pelanggaran pemilu.

“Peran pengawas partisipatif sangat dibutuhkan sebagai ‘pemantau’ dengan mengawasi, serta memberi informasi awal kepada jajaran pengawas pemilu terdekat,” tandasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.