POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sebagai bagian persiapan intensif untuk pengawasan tahapan kampanye Pemilu 2024, Bawaslu Bangli menggelar rapat pembinaan dan penguatan kelembagaan yang dihadiri Kasat Intel Polres Bangli, Kepala Kesbangpol Bangli, Kasatpol Pamong Praja Bangli, serta seluruh pimpinan partai politik peserta Pemilu di Bangli, bertempat di Penglipuran, Bangli, Senin (6/11/2023).
Sebagai narasumber, anggota Bawaslu Bali, I Wayan Wirka, menyampaikan potensi kerawanan yang terjadi dalam pelaksanaan kampanye Pemilu 2024. Ada beberapa potensi kerawanan yang dilakukan peserta pemilu yakni kampanye tanpa STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dari kepolisian setempat, memasang APK/BK di luar ketentuan, melibatkan pihak yang dilarang dalam kegiatan kampanye, politik uang/barang/jasa, pelanggaran netralitas ASN, dan kampanye hitam.
Wirka juga mengingatkan seluruh pimpinan partai politik di Bangli untuk mematuhi aturan yang mengatur pemasangan alat peraga kampanye (APK), termasuk batasan ukuran, lokasi yang diizinkan, dan waktu pemasangan yang ditentukan. “Pemasangan alat peraga kampanye harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami akan memantau dengan ketat dan mengambil tindakan terhadap pelanggaran,” lugasnya.
Pegiat kepemiluan, I Made Ariawan Payuse, menyoroti kesadaran hukum bersama yang harus dimiliki penyelenggara pemilu dan partai politik. Dia menekankan bahwa aturan “abu-abu” dapat menjadi penyebab blunder, karena norma masih banyak yang dipersepsikan berbeda. Payuse mendorong untuk menyatukan persepsi terhadap aturan tersebut, agar tercipta pemahaman yang konsisten.
Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bangli, I Nengah Purna, menjelaskan, strategi pengawasan mencakup pemantauan kampanye, pengawasan alat peraga kampanye, dan penanganan pelanggaran yang mungkin terjadi. “Bawaslu berkomitmen untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, termasuk KPU dan aparat penegak hukum, guna memastikan pelaksanaan yang lancar dan adil selama proses kampanye,” jaminnya.
Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Muliarta, menilai pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dengan peserta pemilu untuk menjaga kondusivitas Pemilu 2024. Dia mengajak menjaga Pemilu 2024 agar tetap kondusif, sehingga dapat berjalan dengan lancar, damai, dan memberi keamanan untuk semua pihak. “Kami siap untuk menghadapi Pemilu 2024, dan menjalankan tugas pengawasan dengan penuh integritas. Kami akan memastikan bahwa hak suara masyarakat dihormati sepenuhnya, serta kampanye berlangsung dalam suasana yang kondusif,” pungkasnya. gia
























