Bawaslu Gianyar Ajak Masyarakat Partisipatif Jaga Pemilu

BAWASLU diskusi dengan kaum difabel. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Menuju Pemilu 2024, Bawaslu Gianyar gencar meningkatkan pola kesadaran masyarakat untuk turut serta mengawal prosesnya sebagai pengawas partisipatif. Karena pemilu merupakan milik seluruh elemen masyarakat, maka masyarakat harus menjaga hal yang menjadi milikinya.

Demikian disampaikan anggota Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, saat menjadi narasumber sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemilu partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Gianyar, Selasa (2/5/2023).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan yang dihadiri kalangan mahasiswa dan kaum difabel dari Yayasan Cahya Mutiara Ubud disampaikan, saat ini tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu makin berkurang. Hal tersebut harus menjadi perhatian khusus. Karena, sambungnya, masyarakatlah sejatinya yang memiliki hajatan pemilu. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi objek, tapi dapat menjadi subjek dalam pemilu.

“Jangan sampai kita hanya menjadi objek pada pemilu, jadilah subjeknya. Karena pemilu merupakan kedaulatan rakyat untuk berdemokrasi, masyarakatlah yang sejatinya memiliki hajatan pemilu tersebut,” ungkapnya.

Kordiv Pencegahan dan Humas Bawaslu Bali tersebut mengajak para peserta menumbuhkan pola kesadaran bahwa pemilu bukan hanya eksklusif milik partai politik. Kehadiran Bawaslu untuk memberi kesadaran moralitas kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu, agar masyarakat turut menjaga proses pemilu secara partisipatif dari tangan-tangan kotor yang akan mencederai proses demokrasi.

Dia mengajak bangun pola kesadarannya agar anak muda saat ini berkumpul, berserikat, berorganisasi agar sebagai organisasi memiliki daya tawar lebih kuat untuk turut menjaga proses pemilu secara partisipatif.

“Jika ingin keberlangsungan bangsa ini, maka proses pemilu harus tetap ada, dan substansi pemilu harus tetap berjalan. Hilangkan rasa tidak percaya, dan mulai membentuk pola kesadaran tentang pentingnya pemilu,” ajaknya.

Sukses pemilu, imbuhnya, juga diukur dengan terjamin dan terperolehnya seluruh hak konstitusional masyarakat, tidak terkecuali penyandang difabel. Banyak penyandang difabel golput, karena sarana-prasarana saat menggunakan hak pilih tidak memadai untuk mereka. Karena itu pada Pemilu 2024 difabel diharap dapat dipetakan dan lebih diperhatikan.

“Jika ada satu orang mulai berpikir kritis tentang pemilu, dia akan mengajak teman-temannya untuk turut berpikir kritis. Saya yakin suatu saat dengan hal kecil itu perubahan besar akan terjadi,” tutupnya.

Ketua Bawaslu Gianyar, I Wayan Hartawan, mengaku mengundang kelompok difabel untuk dapat juga berpartisipasi pada Pemilu 2024. Secara data, jumlah pemilih difabel di Gianyar sebanyak 2.357 orang, sedangkan yang baru terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 1.787 pemilih.

Hal ini merupakan fokus Bawaslu dalam mengawal dan mengawasi pemutakhiran data pemilih, khususnya kelompok difabel harus terdaftar dalam Data Pemilih Tetap dan difasilitasi di TPS sesuai kebutuhannya.

“Semangat kelompok difabel sangat antusias untuk berpartisipasi dalam penggunaan hak pilih pada tahun 2024, sehingga penyelenggara pemilu harus dapat memfasilitasi,” tegasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses