Bawaslu Evaluasi Simulasi Penyelesaian Sengketa, KPU Apresiasi Dilibatkan

  • Whatsapp
KOMISIONER Bawaslu Bali dan KPU Bali foto bersama usai rapat evaluasi simulasi penyelesaian sengketa Pemilu, akhir pekan lalu. Foto: ist
KOMISIONER Bawaslu Bali dan KPU Bali foto bersama usai rapat evaluasi simulasi penyelesaian sengketa Pemilu, akhir pekan lalu. Foto: ist

DENPASAR – Berdasarkan hasil pelaksanaan simulasi penyelesaian sengketa Pemilu di sembilan Bawaslu kabupaten/kota se-Bali, Bawaslu Bali mendapati ada beberapa kekurangan yang perlu mendapat perbaikan. Kekurangan itu dari segi tata cara persidangan maupun sarana dan prasarana pendukung. Hal itu disampaikan anggota Bawaslu Bali, Ketut Sunadra, saat rapat evaluasi hasil supervisi penyelesaian sengketa tahun 2021 di Bawaslu Bali, akhir pekan lalu.

Turut hadir dalam rapat tersebut yakni anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia; Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan; Kabag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses, dan Hukum Bawaslu Bali, I Made Aji Swardhana; dan Koordinator serta staf pengampu Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu kabupaten/kota se- Bali.

Bacaan Lainnya

Sunadra dalam sambutannya menyampaikan, hasil pelaksanaan simulasi di sembilan Bawaslu kab/kota se-Bali menemukan sejumlah kekurangan yang perlu mendapat perbaikan. Yang dimaksud dari segi tata cara persidangan sampai sarana dan prasarana pendukung. Sunadra mengingatkan, hasil perbaikan tersebut perlu menjadi catatan penting secara menyeluruh untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang menjadi kendala, untuk kemudian dapat disampaikan ke Bawaslu RI.

“Tahun 2022, kami akan berusaha memaksimalkan pelatihan dan bimbingan teknis sebagai bagian dari program kerja kita bersama, untuk dapat meningkatkan kapasitas SDM penyelesaian sengketa,” jelas mantan dosen Universitas Warmadewa itu.

Baca juga :  RSU Payangan Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Pada kesempatan itu, Lidartawan mengapresiasi penyelenggaraan simulasi penyelesaian sengketa yang dilakukan Bawaslu. Dengan pelibatan KPU dalam simulasi tersebut, ucapnya, menandakan koordinasi dan kerjasama Bawaslu dengan KPU sebagai sesama penyelenggara. Pelaksanaan simulasi yang dilakukan di awal juga dipandang sebagai langkah tepat sebagai bentuk antisipasi Pemilu 2024 nanti.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan simulasi penyelesaian sengketa yang dilakukan Bawaslu. Tentu kita sama-sama berharap agar tidak ada sengketa di masa mendatang, tapi kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi critical points dalam penyelenggaraan Pemilu. Langkah simulasi di awal yang dilakukan Bawaslu merupakan salah satu langkah yang tepat,” pujinya.

Pada kesempatan yang sama, Ketut Rudia menitip pesan ke jajaran untuk terus memantapkan diri menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. Pertimbangannya, penyelenggaraan Pemilu pada masa mendatang sangat kompleks dan banyak tahapan yang beririsan. Menurutnya, kesiapan penyelenggara Pemilu turut mewujudkan terlaksananya pemilu yang bermartabat.

“Kita perlu memantapkan diri, dimulai dari membaca aturan SOP penyelesaian sengketa, Perbawaslu, dan undang-undang. Sebab, tahapan Pemilu akan sangat kompleks dan banyak tahapan beririsan. Mari kita wujudkan bersama Pemilu yang bermartabat,” ajak Kordiv Hukum, Humas, Datin Bawaslu Bali tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.