Bawaslu Buleleng Uji Petik Data Pemilih, Dorong Partisipasi Masyarakat Gunakan Hak Pilih

  • Whatsapp
ANGGOTA Bawaslu Buleleng saat melakukan uji petik data pemilih di Kecamatan Gerokgak. Foto: ist
ANGGOTA Bawaslu Buleleng saat melakukan uji petik data pemilih di Kecamatan Gerokgak. Foto: ist

BULELENG – Partisipasi pemilih dalam Pemilu dan Pilkada sangat penting untuk menentukan para pemimpin bangsa ini untuk lima tahun ke depan. Mendorong partisipasi masyarakat agar aktif dalam hajatan politik tersebut, Bawaslu Buleleng menggelar kegiatan uji petik dengan cara verifikasi faktual. Hal tersebut diungkapkan anggota Bawaslu Buleleng, Tri Prasetya, saat melakukan uji petik di beberapa desa di Kecamatan Gerokgak, Kamis (21/10/2021).

Verifikasi faktual ini, sebutnya, bukan kali pertama dilakukan. Hanya karena ada restriksi kegiatan masyarakat sebagai dampak PPKM yang berlangsung kurang lebih tiga bulan, makanya pelaksanaan uji petik sempat ditunda.

Bacaan Lainnya

Di sela-sela kegiatan, kata Tri, selain verifikasi faktual dengan metode sampling dengan tujuan untuk memastikan kebenaran dan keakuratan data pemilih yang dimutakhirkan tiap bulan oleh KPU Buleleng, dia juga menyosialisasikan keberadaan Bawaslu. “Dalam kegiatan tersebut, kami juga sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan Bawaslu, khususnya di tingkat kabupaten, sebagai lembaga pengawas Pemilu yang tetap ada walau saat ini tidak dilaksanakan tahapan Pemilu maupun Pemilihan (pilkada),” terang mantan PPS Kaliasem ini.

Kepada para pemilih pemula yang baru kali pertama akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang, dia berujar agar ikut berpartisipasi. Tentu harus memenuhi syarat berusia 17 tahun atau lebih, telah melakukan perekaman dan memiliki KTP elektronik atau surat keterangan yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Khusus pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia, dia mendorong pihak keluarga agar mengurus akta kematiannya. “Agar data tersebut dapat terhapus dan tidak muncul kembali pada data base (pangkalan data) Dukcapil,” pesannya.

Baca juga :  Graha Wicaksana Kembali Terpilih sebagai Ketum Askab PSSI Badung

Anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, di kesempatan terpisah, mendaku uji petik terhadap nama-nama yang dimutakhirkan oleh KPU dan masuk sebagai pemilih yang memenuhi syarat sebagai pemilih itu, merupakan kewajiban Bawaslu kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan. Salah satu caranya dengan melalui uji petik atas nama-nama yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai pemilih itu.

“Kalau secara historis, KPU kan melakukan pemeliharaan data pemilih berkelanjutan setiap bulan, hasilnya kemudian diplenokan. Semua kegiatan itu diawasi oleh Bawaslu kabupaten/kota. Untuk memastikan kerja-kerja rekan KPU itu sesuai dengan ketentuan, makanya Bawaslu turun ke lapangan melakukan uji petik terhadap nama-nama itu,” urainya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.