Bawaslu Bali Siap Partisipasi di “Pandemi”, Pemantik Kesadaran Pengawasan Partisipatif Milenial

  • Whatsapp
AUDIENSI virtual antara Bawaslu Bali dengan PMKRI dan GMKI, membahas agenda program Pandangan Demokrasi Milenial yang disingkat Pandemi. Foto: ist
AUDIENSI virtual antara Bawaslu Bali dengan PMKRI dan GMKI, membahas agenda program Pandangan Demokrasi Milenial yang disingkat Pandemi. Foto: ist

DENPASAR – Seiring kian kompleksnya dinamika kontestasi politik, makin banyak juga masyarakat yang mulai sadar pentingnya pengawasan partisipatif sebagai landasan menciptakan iklim pemilihan umum (pemilu) yang bersih dan sesuai dengan aturan main. Kesadaran signifikansi pengawasan partisipatif itu, antara lain, terlihat dari permintaan audiensi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) secara daring Bawaslu Bali, Jumat (27/8/2021).

Dalam audiensi virtual itu, hadir Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani; bersama dua anggotanya yakni I Ketut Rudia dan I Ketut Sunadra. Sementara GMKI diwakili oleh Alyuprayitno Umbu Makaborang, Obaja Galang Karsa Tarigan, Gilbert Aditya Rohi, dan Kevin Ning Geding; serta Robertus Dicky Armando mewakili PMKRI.

Bacaan Lainnya

Alyuprayitno menuturkan, tujuan audiensi itu yakni GMKI ingin membangun silaturahmi sejak dini dengan penyelenggara pemilu. Dia koordinasi sedini mungkin dengan penyelenggara pemilu, dalam hal ini Bawaslu Bali, sangat penting dalam menentukan langkah dalam gerakan edukasi yang akan dimulai dari kelompok-kelompok kecil di organisasinya. “Kami bertujuan bersilaturahmi dengan Bawaslu Bali sebagai pengawas pemilu, untuk dapat nantinya kita bisa bersama memberi edukasi yang kami mulai dari kelompok-kelompok kecil di organisasi kami. Kami juga telah menyusun program bernama Pandangan Demokrasi Milenial atau disingkat dengan Pandemi,“ ujar Korwil V PP GMKI tersebut.

Baca juga :  PPKM Turun Level, Pelanggaran Prokes di Denpasar Naik Lagi

Komda III PP PMKRI, Dicky Armando, menambahkan, kegiatan Pandemi tersebut akan memberi edukasi dan motivasi kepada generasi muda. Dengan begitu ada partisipasi yang konkret, dan untuk itu dia minta Bawaslu Bali hadir jika diundang sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Kata dia, Pandemi ini akan memberi edukasi dan motivasi kepada generasi milenial untuk turut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya tahapan Pemilu tahun 2024 nantinya.

“Tentu kami berharap Bawaslu dapat hadir di tengah-tengah kami sebagai narasumber, dalam program yang kami rancang tersebut,” pintanya.

Komisioner I Ketut Rudia menyambut baik dan menegaskan kesiapan untuk hadir jika memang dia dan jajaran Bawaslu Bali diundang sebagai narasumber. Selain dapat memberi edukasi kepada kaum milenialis, dia juga mendaku sangat senang bila kesadaran para pemuda mulai terbangun untuk turut serta menciptakan iklim pemilu yang bersih.

“Kami sangat menyambut positif program yang diberi nama Pandemi tersebut. Tentu saja Bawaslu Bali sebagai salah satu penyelenggara pemilu siap untuk hadir menjadi narasumber, sekaligus mengedukasi kaum milenialis, baik secara luring maupun daring,” sambut Rudia.

Melihat antusiasme kalangan pemuda itu, Ketut Ariyani melayangkan apresiasi terkait audiensi kali ini, karena menilai peran para pemuda sangat dibutuhkan saat ini. Dia beserta jajaran berharap komunikasi dan koordinasi antara Bawaslu Bali dengan GMKI dan PMKRI dapat terus terjalin. Selain itu, program ini akan dijadikan salah satu pemantik kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengawasi tahapan pemilu maupun pemilihan.

Baca juga :  Bupati Bangli Minta Pimpinan OPD Tingkatkan Pengawasan

“Saya sangat mengapresiasi audiensi ini, dan kami juga berharap komunikasi kita dapat terus dijaga. Selain itu, program Pandemi ini dapat menjadi salah satu pemantik untuk memperluas partisipasi masyarakat terkait pengawasan pemilu maupun pemilihan,” tutup Ariyani. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.