BATC 2026: Tim Putra Indonesia Tersingkir di Semifinal, Lagi Sektor Ganda Tidak Sumbang Poin

ILUSTRASI - Ganda ganda putra Indonesia Nikolaus Joaquin (kanan) dan Raymond Indra (kiri) tidak bisa berbuat banyak pada ajang Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026, setelah pada laga perempatfinal dan semifinal, gagal menyumbangkan poin buat Merah Putih. foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Langkah tim putra Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 terhenti pada semifinal setelah disingkirkan Jepang dengan skor 1-3, di Conson Gymnasium, Qingdao, Sabtu (7/2/2026), sekaligus menyamai nasib tim putri Indonesia yang lebih dulu tersingkir pada fase yang sama.

Kekalahan Indonesia dipastikan pada partai keempat melalui ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang tak mampu membendung permainan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami. Pasangan muda Indonesia itu menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21, 15-21.

Read More

Meski secara peringkat lebih unggul –Raymond/Joaquin berada di posisi 17 dunia, sementara Nomura/Shimogami di peringkat 32– pengalaman menjadi pembeda utama. Nomura dan Shimogami yang masing-masing berusia 28 dan 27 tahun tampil lebih tenang dan efektif dalam mengendalikan tempo permainan.

Sejak gim pertama, pasangan Jepang langsung menekan lewat permainan cepat yang kerap mengganggu rotasi Raymond/Joaquin. Pertahanan pasangan Indonesia yang biasanya solid terlihat rapuh menghadapi variasi serangan lawan.

Shimogami, yang berpengalaman bermain di sektor ganda campuran, tampil dominan mengontrol area belakang, sementara Raymond/Joaquin kerap terburu-buru dalam menyelesaikan serangan.

Pada gim kedua, situasi tak banyak berubah. Raymond/Joaquin kembali kalah dalam adu taktik setelah pola permainan mereka terbaca lawan. Upaya memperlambat tempo justru menjadi bumerang, membuat pasangan Indonesia kembali tertinggal sejak awal hingga akhirnya kalah 15-21.

Kekalahan ganda kedua ini sekaligus menutup peluang Indonesia untuk menyamakan kedudukan 2-2, sehingga partai kelima tunggal putra antara Richie Duta Richardo melawan Yudai Okimoto tidak perlu dimainkan. Jepang pun memastikan kemenangan 3-1 atas Indonesia.

Tim Indonesia sebenarnya memulai laga dengan sangat baik, dengan membuka kemenangan melalui partai pertama dari tunggal pertama Moh Zaki ”Ubed” Ubaidillah yang tampil impresif. Ubed yang punya peringkat 38 BWF, secara meyakinkan menghempaskan pemain senior Jepang Kenta Nishimoto berperingkat 13 dunia, dengan dua gim langsung.

Namun sayang, kemenangan Ubed tak cukup mengangkat tim secara keseluruhan. Pada partai kedua ganda pertama Muhammad Rian Ardianto/Leo Rolly Carnando gagal memberikan kejutan setelah kalah dari Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dengan skor 16-21, 17-21. Sementara itu, pada tunggal kedua, Prahdiska Bagas Shujiwo juga tak mampu mengatasi perlawanan Yushi Tanaka setelah kalah dengan skor 11-21, 15-21.

Kegagalan mencapai final membuat tim putra Indonesia belum mampu mengakhiri paceklik gelar sejak terakhir kali menjadi juara pada edisi 2020. Pencapaian terbaik Indonesia masih berupa tiga gelar beruntun pada 2016, 2018, dan 2020.

Kelemahan paling menonjol tim putra, tentu saja di sektor ganda, sebab dalam dua kali di fase gugur (perempatfinal dan semifinal) gagal total menyumbang poin. Terutama pasangan Nikolaus Joaquin/Raymond Indra yang jadi andalan, karena sempat mengalahkan sejumlah pasangan top ten BWF, justru sama sekali tak berdaya.

Berbanding terbalik dengan sektor tunggal putra, bahkan saat melawan Thailand di babak perempatfinal berhasil sapu bersih. Padahal peringkat Prahdiska Bagas Shujiwo (45 BWF) dan Richie Duta Richardo (123 BWF) masih diluar 40 besar, kecuali Ubed (38). Tentu ini menjadi PR tim Pelatnas, sebelum Piala Thomas 2026 yang rencana digelar April mendatang. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.