Baru 59 Desa Adat di Buleleng Buat “Perarem” Rabies

VAKSINASI rabies di Buleleng beberapa waktu yang lalu. Foto: edy
VAKSINASI rabies di Buleleng beberapa waktu yang lalu. Foto: edy

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Sebanyak 59 dari total 169 Desa Adat di Kabupaten Buleleng sudah selesai membuat Perarem yang memuat tentang tata cara memelihara anjing di masyarakat. Perarem bertujuan agar masyarakat di masing-masing desa adat dapat memelihara anjing dengan bertanggung jawab, sehingga akan mampu menekan kasus hewan penular rabies (HPR).

Sejatinya, pemerintah mendorong setiap desa adat sudah membuat perarem rabies pada akhir Maret 2023. Namun hingga saat ini baru 59 Desa Adat yang telah memiliki Perarem dengan sanksinya masing-masing. 

Bacaan Lainnya

“Karena baru 59 akan kami tindaklanjuti koordinasi MDA kabupaten dan Kecamatan agar buat Perarem rabies. Kami akan surati lagi desa adat paling tidak sampai akhir April ini semua sudah bisa buat pararem rabies,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika, Minggu (9/4/2023).

Wisandika mengatakan, kendala dari desa adat yang belum membuat pararem, karena dalam pembuatan pararem tidak hanya dengan pertemuan sekali sampai dua kali sudah langsung jadi. Kemudian, kendala lain desa adat masih sibuk dalam pemeriksaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Selain itu, desa adat harus mengumpulkan krama untuk membahas terkait Perarem rabies. Mengingat untuk di Desa Adat ada ketentuan atau cara (Dresta) masing-masing dalam menentukan sebuah keputusan agar bisa diterapkan secara berkesinambungan. “Rata-rata Desa Adat menyampaikan setelah Nyepi untuk ditindaklanjuti pembuatan pararem. Ini kita akan dorong terus” imbuh Wisandika

Untuk diketahui, berdasarkan data dari sembilan Kecamatan di Kabupaten Buleleng hanya kecamatan Banjar yang sudah semua membuat perarem rabies. Untuk Kecamatan Seririt, Sukasada, dan Buleleng hampir semua. Sementara kecamatan lainnya tidak lebih dari 5 desa adat. edy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses