Bank NTB Syariah Investasi Rp16 Miliar di Sirkuit Mandalika

  • Whatsapp
DIREKTUR Utama PT Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Foto: ist

MATARAM – Perhelatan Grand Prix MotoGP di Mandalika yang diproyeksikan digelar tahun depan, menawarkan potensi branding yang sangat besar bagi Indonesia. Utamanya, bagi Provinsi NTB.

Apalagi, Pemerintah mengklaim Mandalika menjadi KEK yang paling menarik bagi investor saat ini. Mengingat, KEK Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, diproyeksikan menarik investor hingga mencapai Rp40 triliun.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, mengatakan, sejak dua tahun lalu, pihaknya sudah berencana masuk ke KEK Mandalika, melalui PT ITDC selaku pengelola kawasan di wilayah tersebut. Hanya saja, aksesnya sangat sulit. Padahal, dalam hitungan bisnis, pihaknya menyakini akan berpotensi meraup keuntungan bila masuk ke KEK Mandalika.

‘’Memang proposal sudah lama kita ajukan ke ITDC. Tapi memang ada pihak yang menghalang-halangi sejak dua tahun lalu. Nah, begitu pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai anak perusahaan ITDC menghubungi kami untuk bermitra dalam rangka menuntaskan pembangunan fasilitas dan sarana prasarana di Sirkuit Mandalika, kami pun oke. Yang jelas, kajian bisnisnya sudah kita hitung dengan cermat,’’ kata Kukuh, Jumat (1/10/2021).

Menurut dia, investasi senilai Rp16 miliar yang diperuntukkan oleh MGPA, tidak lain untuk membiayai pembangunan ruangan khusus yang berfungsi melakukan supervisi dan mengatur jalannya balapan (race kontrol), dan ruang fit building.

Baca juga :  Dihadiri Gubernur Koster dan Wawali Arya Wibawa, De Gajah Dilantik Jadi Ketum Pertina Bali

Kukuh mendaku, investasi saat ini, dirasa tepat. Sebab, situasinya akan menimbulkan memori yang tidak akan pernah dilupakan oleh MGPA. ‘’Kalau dulu-dulu kita masuk ke Mandalika, saya yakin enggak akan berkesan seperti sekarang ini.

Jadi investasi senilai Rp16 miliar itu kecil, karena branding yang kita peroleh justru lebih besar dari nilai itu. Yakni, bank daerah sekecil bank NTB akan bisa mendunia. Karena semua yang datang dari berbagai penjuru dunia akan jelas melihat keberadaan Bank NTB Syariah,’’ jelas Kukuh.

Menurut dia, kerja sama pembiayaan tersebut memang diinisiasi oleh MGPA bersama Bank NTB Syariah. Hal ini dipicu kedua belah pihak berkomitmen, agar event internasional tersebut tetap berlangsung sesuai perencanaan.

Apalagi, lanjut Kukuh, dengan adanya event dunia di wilayah Provinsi NTB. Maka hal itu, secara tidak langsung akan banyak membantu masyarakat. Tentunya, kerja sama ini akan sangat berimbas positif. ‘’Utamanya, pada masyarakat, Baik dari segi penginapan milik masyarakat, hotel, turis dan sebagainya, banyak sekali implikasinya. Termasuk, souvernir milik masyarakat juga akan laku terjual,’’ tegas Kukuh.

Dengan nada optimis. Ia meyakini MGPA akan mampu mengembalikan pembiayaan dalam jangka waktu dua tahun. Sebab, penyelenggara akan memperoleh pendapatan yang menjanjikan dari event balap motor internasional World Superbike (WSBK) pada November 2021, dan MotoGP pada 2022. ‘’Dalam perjanjian kerja sama tersebut, kami hanya minta nisbah sebesar 3-5 persen karena modal MGPA cukup besar dibandingkan dengan kami,’’ ucap kukuh.

Baca juga :  Prajurit Kodim Tabanan Tes Kesegaran Jasmani

Diketahui, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sendiri, dilakukan antara Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo, dengan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Baheramsjah, di area Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (28/9) lalu. Di mana, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, dan Direktur Strategis dan Komunikasi MGPA, Happy Harianto, ikut menyaksikan MoU tersebut. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.