Rangsang Petani, Harga Didorong Lebih Mahal, Pertanian Bangli Diarahkan ke Organik

KADIS PKP Bangli, I Made Alit Parwata. Foto: ist

BANGLI – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli sangat mendukung program Gubernur Bali, I Wayan Koster, untuk menjadikan Bali sebagai pertanian organik.

”Sebelum program itu, sejatinya Pemkab Bangli mengarahkan sistem pertanian ke organik,” ungkap Kadis PKP Bangli, I Made Alit Parwata, Rabu (18/1/2023).

Read More

Dia mengklaim instansinya telah mengarahkan pertanian di Bangli ke sistem organik guna menekan kandungan residu produk pertanian. Ini terbukti dengan dibentuknya kelompok pengolah pupuk organik di Bangli, yang mendapat bantuan dari Pemprov Bali maupun pusat.

“Kami membentuk demplot-demplot sistem pertanian organik. Saat ini ada lima kelompok yang kami ajukan, semuanya ada di Kaldera Gunung Batur,” jelasnya.

Saat ini, paparnya, di Bangli terdapat 2.663 hektar sawah. Dari jumlah itu, baru 10 persen yang mengarah ke sistem pertanian organik. Dia berkoordinasi dengan Pemprov Bali maupun pusat untuk menggenjot pertanian organik.

Dari segi produksi, dia menilai pertanian organik tidak kalah dengan nonorganik. Cuma, sistem pertanian nonorganik hasilnya lebih instan.

Dia mengakui animo petani untuk pertanian organik memang masih rendah, karena harga jual produk pertanian organik masih standar di pasaran. Kondisi ini disebut sering dibicarakan dalam pertemuan, baik di pusat maupun di Pemprov Bali.

Intinya, harga pertanian organik diharap diberi harga khusus atau lebih mahal ketimbang produk nonorganik. “Dengan keistimewaan harga, ini akan lebih mudah mencapai pertanian organik di Bali, termasuk di Bangli,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.