Banjir Bandang Banjar: Empat Warga Terseret, 951 KK Krisis Air Bersih

PENCARIAN korban terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (8/3/2026). Foto: ist
PENCARIAN korban terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (8/3/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Jumat (6/3/2026) malam menimbulkan korban jiwa dan memicu krisis air bersih bagi ratusan warga.

Sebanyak 951 kepala keluarga (KK) di Banjar Tegeha kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan pipa air desa rusak diterjang banjir.

Bacaan Lainnya

Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Buleleng dan menyebabkan saluran Sungai Mendaum meluap sekitar pukul 18.15 WITA. Dalam peristiwa tersebut, empat warga dilaporkan terseret arus banjir bandang.

Korban pertama yang ditemukan adalah Dewa Ketut Adi Suarjaya (55 tahun), warga Banjar Dinas Santal, Desa Banjar. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 23.10 WITA di aliran Tukad Santal, tersangkut di semak-semak bambu.

Korban berikutnya, Komang Suci (44 tahun), warga Dusun Ambengan, ditemukan pada Sabtu (7/3/2026) dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, Kadek Wahyu Gunawan (12 tahun) ditemukan di Pantai Dencarik pada Minggu (8/3/2026) pukul 15.57 WITA oleh tim SAR gabungan. Jenazah bocah asal Banjar Dinas Ambengan tersebut langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng.

Hingga kini, satu korban lainnya, Putu Wini (17 tahun), masih dalam pencarian. Korban merupakan bagian dari satu keluarga asal Dusun Ambengan yang terseret arus banjir bandang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan 139 personel SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, hingga personel Sabhara Polda Bali.

Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran Tukad Mendaum hingga ke kawasan pantai dengan metode pencarian darat dan laut. Sejumlah perahu karet juga dikerahkan untuk menyusuri aliran sungai hingga ke muara.

“Fokus pencarian selanjutnya akan diarahkan pada tumpukan puing dan material sampah yang terbawa arus banjir. Kami juga merencanakan penggunaan alat berat ekskavator,” ujar Sidakarya.

Selain itu, upaya pencarian turut melibatkan anjing pelacak (K9) untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih hilang.

Di sisi lain, banjir bandang juga merusak jaringan pipa air desa sehingga memicu krisis air bersih bagi warga. Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi.

BPBD menempatkan tiga tandon air atau profil tank di desa tersebut, masing-masing dua unit berkapasitas 5.300 liter dan satu unit berkapasitas 3.300 liter. Selain itu, sebanyak 20.000 liter air bersih juga telah didistribusikan kepada warga terdampak.

“TRC Regu III telah menempatkan tiga profil tank dan langsung melakukan distribusi air bersih sebanyak 20.000 liter untuk masyarakat yang terdampak kerusakan pipa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa.

Upaya penanganan darurat dan pencarian korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan. edy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses