GIANYAR – Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika mengtakan, Pasar Ubud akan direnovasi pada tahun 2023 mendatang, dan karena itu seluruh fisik bangunan Pasar Ubud akan diratakan dengan tanah.
Sementara pedagang mulai direlokasi dan pindah, proses lelang fisik sedang disiapkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hal itu diungkapkan
Dia menyebut, proses lelang akan berlangsung 18 Februari hari ini. “Pembangunan dimulai tahun 2023, fisik bangunan Pasar Ubud akan diratakan dengan tanah, dan bekas bangunannya dilelang. BPKAD Gianyar melelang dengan nilai 1,5 miliar,” ujarnya. Kamis (17/2/2022).
Ambarsika menguraikan, bangunan fisik Pasar Ubud terdiri dari enam unit bangunan, dengan setiap bangunan memiliki luas berbeda-beda. Jika ditotal, keseluruhan bangunan dan tanah luasnya lebih dari 10.000 m2.
Kepala Badan Perencanaan Daerah dan Litbang Gianyar, Gede Widarma Suharta, menambahkan, Pasar Ubud akan dibangun bersamaan dengan central parkir di Lapangan Astina Ubud dan di wilayah Ambengan.
Pasar Ubud nantinya memiliki basement (rubanah) untuk parkir warga setempat. Cara ini diyakini dapat menjadi solusi mengurai kemacetan yang jadi momok di kawasan wisata Ubud.
“Kajian dari kementrian pusat terhadap kemacetan di Ubud, adalah warga setempat tidak memiliki lahan parkir, sehingga memanfaatkan badan jalan. Solusinya sediakan parkir,” lugasnya beberapa waktu lalu.
Proyek ini merupakan proyek penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Ulapan (Ubud, Tegalalang, Payangan) dengan sumber dananya dari APBN. Total nilai pembangunan mencapai Rp34,6 triliun. adi
























