GIANYAR – Baliho ucapan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dipasang Yowana Desa Adat Wrddhi Guna Ari Murti, Banjar Semaon, Desa Puhu, Payangan, dirobek. Peristiwa itu membuat geram pemuda setempat. Terlebih dari informasi yang diperoleh, pelakunya adalah gerombolan pemuda dari luar desa tersebut.
Ketua Yowana Desa Adat Wrddhi Guna Ari Murti, I Wayan Ferdi Numberi, Kami (15/4/2021) mengatakan, baliho diketahui rusak pada Hari Raya Galungan, Rabu (14/4/2021). Baliho yang dipasang pada tanggal 12 April di depan Balai Banjar Semaon itu robek di dua titik, ada yang ukurannya besar dan kecil. “Saya tanyakan, ternyata ada warga di sekitar TKP yang melihat. Sekelompok pemuda dari luar desa diduga pelakunya berkeliaran di lokasi sekitar pukul 01.30,” serunya dengan nada kesal.
Menurut informasi, gerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor itu awalnya dikira mengalami ban kempes. Namun, setelah warga setenpat keluar rumah dan melihat lebih jelas, para pemuda tersebut justru pergi ke arah utara. Sempat dibuntuti, tapi warga kehilangan jejak.
Terlepas apapun motifnya, Numberi menilai apa yang dilakukan itu sangat tidak terpuji. “Kalau punya dendam atau masalah dengan anggota Yowana, agar diselesaikan dengan baik. Bukan seperti ini caranya,” sergahnya.
Walaupun geram, dia mendaku masih membukakan pintu maaf bagi pelaku untuk mengakui perbuatannya. Untuk saat ini dia masih menunggu iktikad baik pelaku untuk datang mengakui perbuatan dan minta maaf.
Apa tidak akan dilaporkan ke kepolisian? “Untuk langkah selanjutnya kami masih akan melakukan musyawarah dengan prajuru pemuda,” tandasnya. adi






















