2020, Ekonomi NTB Kontraksi 5,19 Persen karena Corona

  • Whatsapp
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah (dua kiri) bersama Sekda NTB saat menyerahkan dokumen LKPJ tahun 2020 pada Ketua DPRD NTB disaksikan dua pimpinan DPRD lainnya, Kamis (15/4/2021). Foto: ist
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah (kedua dari kiri) bersama Sekda NTB saat menyerahkan dokumen LKPJ tahun 2020 pada Ketua DPRD NTB disaksikan dua pimpinan DPRD lainnya, Kamis (15/4/2021). Foto: ist

MATARAM – Kinerja perekonomian di wilayah NTB sepanjang tahun 2020, mengalami kontraksi 5,19 persen sebagai dampak pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan, sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTB sepanjang tahun 2020, sejumlah indikator mikro daerah yang terdalam mengalami kontraksi adalah pada sisi transportasi dan pergudangan mencapai 31,39 persen.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, akomodasi dan makan-minum mengalami kontraksi sebesar 28,24 persen, dan katagori konstruksi mengalami konstruksi hingga 14,35 persen.

‘’Pertumbuhan ekonomi yang kontraksi seluruhnya di luar tambang,’’ kata Wagub Rohmi saat menyampaikan pidato pengantar LKPJ tahun 2020 dalam sidang paripurna DPRD NTB, Kamis (15/4/2021).

Rohmi mendaku, meski kinerja perekonomian NTB mengalami keterpurukan, namun pihaknya sedikit berbangga. Sebab, indikator kemiskinan mengalami kenaikan.

Jumlah penduduk miskin NTB pada September 2020 tercatat sebesar 746.040 orang atau setara 14,23 persen. Sementara, pada Maret 2020 angkanya turun menjadi 713.890 orang atau setara 13,97 persen.

‘’Jadi jika kita kalkulasikan, antara jumlah warga miskin pada periode September ke Maret,  maka ada penurunan penduduk miskin sebesar 32.110 orang atau setara 0,26 persen,’’ ujar Wagub.

Menurut Rohmi, raihan angka IPM NTB, saat ini mengalami peningkatan. Yakni, dari angka 68,14 persen di tahun 2019. Kini, naik menjadi 68,25 persen di tahun 2020.  Hanya saja, kenaikan sebesar 0,16 persen untuk angka indeks pembangunan manusia tersebut justru masuk dalam katagori sedang.

Baca juga :  KPU Minta Warga Jangan Khawatir Terima Petugas Coklit

Itu menyusul, pada indikator ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka tahun 2020, mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2019 lalu. ‘’Tingkat pengangguran terbuka tahun 2020 mencapai 4,22 persen. Jumlah ini jauh di atas tahun 2019 yang hanya sebesar 3,28 persen,’’ ucap Rohmi.

Agar perekonomian daerah dapat terjaga, Wagub mengungkapkan, Pemprov telah membuat tiga program utama di masa pandemi saat ini. Yakni, perioritas pemulihan diarahkan pada sektor ekonomi, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.

Di mana,  lanjut Rohmi, untuk aspek kesehatan diarahkan fokus pada pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Sementara, sosial kemasyarakatan diarahkan pada jaring pengaman sosial atau JPS Gemilang.

‘’Khusus, sisi perekonomian perioritas yang diarahkan adalah pada penguatan UMKM. Dan semua program perioritas itu masih berjalan,’’ tandas Wagub Sitti Rohmi Djalilah. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.