Bali Tambah 561 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembuh 298 dan Meninggal 9 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, masih mencatatkan lonjakan kasus terkonfirmasi positif. Sementara pasien sembuh juga meningkat, tapi jumlahnya masih kalah jauh dari tambahan kasus baru sehingga secara langsung menambah kasus aktif (perawatan).

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Minggu (11/72021), tambahan kasus harian terkonfirmasi positif sebanyak 561 orang (499 orang melalui Transmisi Lokal, 58 PPDN dan 4 PPLN) atau 263 orang lebih banyak dari pasien sembuh yang berjumlah 298 orang. Di hari yang sama, Bali juga menambah kasus meninggal dunia sebanyak 9 orang (Buleleng 5 orang, Tabanan 2 orang, Denpasar dan Karangasem masing-masing 1 orang).

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar secara kontinyu menjadi penyumbang terbanyak kasus harian positif sebanyak 188 orang. Disusul Badung 97 orang, Buleleng 80 orang, Tabanan 68 orang, Gianyar 37 orang, Bangli 24 orang, Jembrana 21 orang, Karangasem 16 orang, Klungkung 10 orang, daerah lain luar Bali 13 orang dan WNA 8 orang.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai Minggu (11/72021) berjumlah 55.318 orang (55.066 WNI dan 252 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 49.421 orang (89,34%) sudah sembuh dengan rincian 49.216 WNI dan 205 WNA.

Baca juga :  Secara Nasional, Kasus Positif COVID-19 Mencapai 1.046 Orang

Sementara kasus meninggal bertambah 9 orang menjadi 1.634 orang (2,95%) dengan rincian 1.628 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 254 orang menjadi 4.263 orang (7,71%) dengan rincian 4.222 WNI dan 41 WNA, yang tersebar di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan Wisma Bima.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.570.365 orang dan vaksin 2 sebanyak 763.761 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.806.860 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 526.694 dosis.

Dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku mulai Sabtu (3/7/2021), sampai dengan Selasa (20/7/2021).

Dengan berlakunya Edaran ini, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Hal-hal yang diatur Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 yakni; a. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, dan Tempat Pendidikan/Pelatihan) dilakukan secara daring/online. b. Pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH);

Baca juga :  Tata Kelola Aset Tanah Daerah Pemkab Badung Capai 90 Persen

Kemudian c. Pelaksanaan kegiatan pada sektor : I. Esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor, diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal, staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

II. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) maksimal, staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat. III. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen). Dan IV. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam serta Kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, pusat perdagangan ditutup sementara.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai maskr standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mantaati aturan, serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.